Ada 12 Pria Necis di KPK Seusai Mario Ditangkap

TEMPO.CO, Jakarta -Dua belas pria itu berkemeja rapi dan berjaket kulit. Mereka dating ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi pukul 20.40. Kedatangan mereka tepat seusai operasi tangkap tangan partner kantor Hotma Sitompul, Mario C. Bernardo.

Siapa pria-pria necis itu?

Mereka mengaku keluarga salah satu korban operasi tangkap tangan Mario. "Kami mau tanya, apakah benar ada penangkapan atas nama Mario," kata seorang pria berjas abu-abu pada petugas keamanan KPK, Kamis, 25 Juli 2013. "Saya cuma klarifikasi saja, saya belum bawa surat. Kami keluarganya."

Lelaki itu bersama pria-pria berjas lain langsung dipersilahkan mendaftar di meja tamu terlebih dahulu. Para pria tadi tampak bermuka datar saat ditanya wartawan. Mereka kompak bungkam dan langsung menuju ke lobi KPK.

Mario C. Bernardo ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan. Dia adalah seorang pengacara dari kantor Hotma Sitompul. Mario ditangkap bersama seorang pegawai Mahkamah Agung. Belum terungkap kasus yang melatarbelakangi operasi tangkap tangan itu.

Kantor pengacara Hotma Sitompul tercatat menangani banyak perkara besar. Kantor ini pernah menjadi kuasa hukum Kapolri, bintang sinetron Raffi Ahmad kala tertangkap Badan Narkotika Nasional, serta pengacara terdakwa kasus dugaan korupsi Simulator Kemudi Inspektur Jenderal Djoko Susilo.

Pengacara kondang Hotma Sitompoel mengatakan Mario, yang bekerja di kantornya, merupakan keponakannya. Menurut Hotma, Mario tertangkap tangan di kantornya sendiri. »Kejadiannya di kantor.” Hotma mengaku bingung atas penangkapan Mario. "Untuk apa? Ada urusan apa dengan orang Mahkamah Agung? Saya juga tidak tahu. Saya baru kembali dari Solo," kata Hotma.

FEBRIANA FIRDAUS

Topik Terhangat:

Bayi Kate Middleton| Bentrok FPI | Bisnis Yusuf Mansur| Aksi Chelsea di GBK |Daging Sapi Impor

Berita Terkait

KPK Tangkap Pengacara Kondang 

KPK Apreasiasi Penghargaan Ramon Magsaysay

Calon Kapolri, 9 Jenderal Ini Wajib Lapor Harta  

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.