Ada 13 Kabupaten Tingkat Kesembuhan COVID-19 Kurang dari 25 Persen

Mohammad Arief Hidayat, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Satgas Penanganan COVID-19 mencatat bahwa masih ada 13 kabupaten dengan kesembuhan pasien COVID-19 kurang dari 25 persen. Bahkan yang sangat mengkhawatirkan, 4 dari 13 kabupaten itu mencatatkan nol persen. Natuna di Kepualauan Riau 0 persen dan tiga kabupaten di Nusa Tenggara Timur, yakni Ngada, Belu, Manggarai Timur, semua 0 persen.

Sarmi-Papua 13,3 persen, Kepualauan Yapen 14,2 persen, Maybrat-Papua Barat 16.6 persen, Padang Lawas Sumatera Utara 19,5 persen, Bungo-Jambi 20,8 persen, Kaimana, Papua Barat 22,2 persen, Nias Sumatera Utara 22, 2 persen, Sarolangun Jambi 24,11 persen dan Mamuju Utara Sulawesi Barat 24,3 persen.

Empat kabupaten dengan nol persen kesembuhan baru saja terdampak COVID-19 sehingga kasus yang ada belum mengalami kesembuhan, kasus 25 Oktober, menunjukkan 1 kasus, Ngada 52 kasus, Belu 1 kasus, dan Manggarai Timur 1 kasus.

"Kita harapkan pasien COVID-19 di daerah ini bisa menyeluruh sehingga memiliki angka kesembuhan yang tinggi atau 100 persen," kata Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam jumpa pers tentang perkembangan dan penanangan COVID-19 dan tanya jawan media melalui online di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2020.

Dia meminta kepada pemerintah daerah yang wilayahnya masuk dalam daftar ini harus melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap layanan kesehatan yang diberikan kepada pasien COVID-19. Layanan kesehatan masih perlu untuk ditingkatkan.

"Kami juga minta kepada Pemda daftar ini untuk melakporkan ke pusat kendala dicari jalan keluarnya sehingga dapat meningkatakan kesembuhan," katanya.

Bagi masyarakat di daerah daftar ini segara berkonsultasi dengan tenaga medis apabila mengalami gejala COVID-19 lakukan testing, untuk memastikan kesehatannya jika hasilnya pemeriksaannya positif ikuti arahan dari petugas medis untuk memperoleh penangan lebih dini sehingga bisa sembuh.

Bahwa dari perkembangan zonasi mingguan 542 zona oranye sedang terus mengalami peningkatan jumlah. Masyarakat tidak boleh lengah dengan zona oranye; zona orange tetaplah berbahaya per tanggal 25 Oktober yang sudah mencapai dua kali lipat dari angka pertama menggunakan risiko dengan peta zona risiko, 31 Mei hanya berjumlah 166 kabupaten dan kota hingga tangga 25 Oktober 360 kabupaten dan kota.

Baca: Tingkat Kesembuhan COVID-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Dunia