Ada 3 Juta Dosis, Vaksinasi PMK Hewan Ternak di Sukoharjo Dimulai

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memulai program vaksinasi penyakit mulut dan kaki (PMK) perdana untuk sapi yang ada di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Dikatakan SYL, vaksinasi tersebut dalam rangka pencegahan PMK.

"Hari ini kita ada di Sukoharjo untuk memulai vaksinasi dalam rangka pencegahan PMK. Selain vaksinasi, harapannya ini juga memperketat lalu lintas hewan. Boleh keluar dari tempat yang ditentukan, tapi pakai sertifikat atau surat kesehatan hewan," ujar mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu kepada wartawan, Sabtu (18/6).

Menurut Syahrul, pada tahap pertama sebanyak 800.000 vaksin PMK yang sudah ada sejak beberapa hari lalu akan diujicobakan di lapangan. Pihaknya menyiapkan 3 juta vaksin pada putaran yang sudah kita tetapkan.

"Masing masing provinsi kita harapkan, kabupaten bekerja sama dengan perguruan tinggi yang ada. Jadi mahasiswa-mahasiswa kita libatkan, demikian juga dengan TNI dan Polri," katanya.

Sementara untuk Kabupaten Sukoharjo, Syahrul berharap dalam beberapa minggu ke depan semua sapi sudah tersuntik.

"Nanti semua hewan atau sapi yang sudah divaksin akan terdapat data digital seperti peduli lindungi. Di aplikasi yang sudah disuntik pasti ketemu di sini dan keluar sertifikatnya," terang Syahrul.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno, menyampaikan, hingga tanggal 16 Juni lalu ada 511 hewan yang terkonfirmasi PMK. Dari jumlah tersebut angka sembuh 67, mati empat dan dipotong paksa dua.

"Ada di enam kecamatan, meliputi Bendosari, Polokarto, Mojolaban, Grogol, Nguter Tawangsari dan juga Weru," jelasnya.

Untuk jumlah vaksin PMK sendiri yang didapatkan Kabupaten Sukoharjo, dikatakannya, ada sebanyak 35.000.

"Kalau Sukoharjo jadi percontohan, kata Pak Menteri, semua akan dipenuhi 35.000. Nanti akan kami jadwalkan setiap hari. Untuk pelaksanaan kami sudah siapkan tim, dan juga peralatan. Yang kami tunggukan vaksin, ini sudah datang segera kita mulai," terangnya.

Bagas menambahkan, untuk saat ini Pemerintah Kabupaten Sukoharjo masih menutup seluruh pasar hewan yang ada.

"Untuk Pasar hewan semua masih kita tutup, untuk mengawasi untuk lalu lintasnya sehingga harus ditutup," tutup Bagas. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel