Ada 99 Tempat Tidur untuk Pasien Corona COVID-19 di RS Rujukan Surabaya

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan hingga saat ini jumlah bed di kamar rumah sakit rujukan di Kota Pahlawan untuk menampung pasien Corona COVID-19 masih tersedia.

Oleh karena itu, tidak ada kesulitan bagi pasien Corona COVID-19 yang harus dirujuk ke rumah sakit rujukan untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, saat ini masih ada sekitar 92 tempat tidur kosong (bed) untuk pasien COVID-19 dewasa.

Kemudian, khusus untuk pasien anak-anak masih tersedia tujuh tempat tidur kosong. Jumlah tersebut tersebar di 20 rumah sakit rujukan di Surabaya, Jawa Timur.

"Bed itu ada 92 (kosong) dewasa, dan tujuh (bed) khusus anak-anak ini dalam keadaan kosong. Jadi kalau misalnya mau merujuk sudah tidak ada kesulitan," kata Feny sapaan lekatnya, Senin, 8 Juni 2020, seperti dikutip dari laman Surabaya.go.id. 

Feny mengatakan, untuk jumlah keseluruhan bed di rumah sakit di Surabaya yang dikhususkan untuk merawat pasien Corona COVID-19 ada 455 yang bertekanan negatif. Sedangkan sekitar 300 bed itu non tekanan negatif atau natural menggunakan Exhaust Fan. "Itu (jumlah kumulatif) se-Surabaya. Total 20 rumah sakit rujukan di Surabaya," kata dia.

Pasien OTG Dirawat di Hotel Asrama Haji

Asrama haji di Surabaya (Foto: Dok Satpol PP Surabaya/Dian Kurniawan)

Sementara itu, Feny menyebut, khusus untuk ruang isolasi di Hotel Asrama Haji tersedia 359 dan saat ini terisi 126. Namun, Hotel Asrama Haji ini dikhususkan bagi pasien OTG (Orang Tanpa Gejala) yang terkonfirmasi. "Kalau di RS Husada Utama ada 71 tempat tidur di luar lantai 13-14 yang rencana (penambahan) kurang lebih 200, di luar itu," ungkapnya.

Selama ini, Feny menyatakan, pasien COVID-19 dan nonCOVID-19 yang dirawat di rumah sakit rujukan itu dilakukan pemisahan kamar. Hal ini juga berlaku bagi pasien Covid-19 dan non Covid-19 yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD). "Intinya kita lakukan sudah lama pemisahan itu, termasuk IGD COVID-19 dan nonCOVID-19," kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya ini menambahkan, hingga saat ini data kumulatif pasien terkonfirmasi yang dinyatakan sembuh sebanyak 867 orang. "Khusus untuk hari ini ada 55 pasien terkonfimasi yang dinyatakan sembuh," pungkasnya.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini