Ada Anak-anak Berkeliaran, Pilot Israel Batalkan Serangan di Gaza

·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebuah rekaman pembicaraan antara pilot Angkatan Pertahanan Israel dan pusat komando militer, memperlihatkan momen seorang pilot Israel membatalkan serangan udara di Gaza, Palestina, setelah melihat ada anak-anak. Dalam rekaman tersebut, pilot Israel tengah melacak apa yang mereka yakini sebagai lokasi Hamas.

Terdengar suara dari pusat komando yang mengatakan: "Periksa apakah ada anak di sana, ada anak di sana," dalam rekaman yang dirilis Pasukan Pertahanan Israel seperti dilansir dari The Sun, Selasa 18 Mei 2021.

Seorang pilot menjawab: "Mereka bergerak terlalu cepat, mereka tidak mungkin anak-anak."

Operator kontrol komando kemudian memberi tahu pilot: "Mungkin ada anak-anak di sana, kami menghentikan semuanya."

Pilot berkata: "Benar, ada yang besar dan yang kecil."

Kontrol komando kemudian menyatakan: "Kami menduga ada anak-anak di sini dan kami tidak akan melanjutkan mengingat kemungkinan bahwa mereka adalah anak-anak."

Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan jumlah korban tewas sejak agresi militer meletus mencapai 197 orang, termasuk 58 anak-anak dan 34 wanita. Sementara di sisi Israel, korban tewas 10 orang, termasuk dua anak.

Gambar mengerikan menunjukkan anak-anak ditarik dari sisa-sisa bangunan yang hancur. Seorang ayah Palestina digambarkan dengan panik membawa putrinya menjauh dari puing-puing saat darah mengalir di wajahnya.

Angkatan Udara Israel mengklaim sekitar lebih dari 2.800 roket telah ditembakkan dari Jalur Gaza ke Israel. Militer Israel mengatakan jet tempurnya menghantam "target teror" di Gaza semalam sebagai pembalasan atas roket yang ditembakkan ke Beersheba dan Ashkelon di Israel setelah tengah malam.

Israel mengatakan kematian warga sipil tidak disengaja, dan jet itu menargetkan sistem terowongan yang digunakan oleh militan. Hamas mengklaim serangan itu adalah "pembunuhan yang telah direncanakan sebelumnya".

Dewan Keamanan PBB bertemu kemarin untuk membahas upaya diplomatik untuk mengakhiri kekerasan setelah serangan tadi malam, yang paling mematikan sejak pertempuran meletus seminggu lalu.

Sementara itu, Perdana Menteri, Israel Netanyahu, mengatakan dalam pidatonya di televisi: “Kampanye kami melawan organisasi teroris terus berlanjut dengan kekuatan penuh.

“Kami bertindak sekarang, selama diperlukan, untuk memulihkan ketenangan dan keheningan Anda, warga Israel. Ini akan memakan waktu. ”