Ada Ancaman Bom, Seribuan Pengunjung Taj Mahal Dievakuasi

Raden Jihad Akbar, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Lebih dari 1.000 pengunjung Taj Mahal terpaksa dievakuasi dari dalam lokasi, setelah pihak berwenang menerima ancaman bom dari seorang penelepon tak dikenal.

Penelepon tak dikenal itu menghubungi Kepolisian Uttar Pradesh dan mengatakan, bahwa ada alat peledak telah ditanam di dalam tempat mausoleum, yang akan segera meledak. Panggilan itu ditujukan ke nomor telepon bantuan darurat 112.

Tim Polisi Agra dan CISF yang bertugas melindungi monumen tersebut, segera menggeledah area Taj Mahal. Polisi meyakini bahwa ancaman bom itu kemungkinan besar palsu.

Baca juga: Maju Bersama, Spirit Anindya Bakrie jika Jadi Ketua Umum Kadin

"Seseorang menelepon 112 dan mengatakan akan ada ledakan bom di Taj Mahal. Atas informasi ini, tim polisi dan regu penjinak bom melancarkan operasi pencarian. Satuan lapangan belum menerima hal semacam itu," kata Inspektur Jenderal Satish Ganesh, dilansir Al Jazeera, Kamis 4 Maret 2021.

Satish Ganesh meyakinkan masyarakat untuk tidak panik. Dia mengatakan bahwa tersangka telah diidentifikasi sebagai Vimal Kumar Singh. Polisi telah menjemputnya dari area kantor polisi Nakhi di Firozabad. Dugaan sementara, pelaku mengalami gangguan kejiwaan.

Taj Mahal adalah makam marmer putih besar yang dibangun di Agra, India, oleh kaisar Mughal Shah Jahan untuk mengenang istri kesayangannya antara tahun 1631-1648. UNESCO menyebut Tah Mahal sebagai pencapaian arsitektur terbesar di seluruh jajaran arsitektur Indo-Islam.