Ada Apa dengan Lebanon?

·Bacaan 2 menit

VIVA - Zaman old, Lebanon adalah Paris of Middle East, bule-bule setiap kali ke Timur Tengah lewat Beirut. Itu kota Pusat peradaban, di sana bebas. Wisatawan datang bebas visa mirip Hongkong jadul.

Banyak orang datang ke Syria lewat Beirut. Kenapa? Syria saat Alepo hancur dijadikan markas ISIS, tidak bisa dimasuki pesawat terbang. Otomatis bandara lewat Beirut.

Sekarang ekonomi Lebanon hancur

Nilai tukar mata uangnya turun 90%. Mirip dengan krismon 1998 mata uang Lebanon terkikis habis.

Kok bisa?

Di saat tetangga nya ada Lebanon perang, kebutuhan masyarakat Syria diselundupkan habis-habisan dari Lebanon. Beras, pakaian, gandum, di mana beras Lebanon disubsidi pemerintah. Alhasil terjadi Kelangkaan beras. Masyarakat menimbun beras, terjerumus kepada pasar gelap.

Beruntung di Indonesia tidak ada subsidi beras. Tapi jangan disangka Indonesia bisa terus menambah utang. Mirip Lebanon, investasi luar negeri sekonyong-konyomg berhenti pada saat krisis kekurangan uang.

Ceritanya pengusaha bangkrut itu bukan karena dia drop berahun-tahun, tidak. Tapi cukup 3-6 bulan gagal bayar seketika bank tiba tiba stop utang. Mirip mobil rem blong tiba tiba.

Ledakan gudang bahan kimia di Pelabuhan Beirut.

Dasar ekonominya bebas, ada sebuah kapal mengangkut bahan kimia. Entah darimana mau kemana, pemilik kapal di Argentina, ternyata melanggar hukum. Jadi, dasar teledor isinya ratusan kontainer berisi bahan peledak. Tidak disadari disimpan di gudang di Pelabuhan Beirut.

Walaupun bahan biasa, seperti bahan baku cat, mengandung gas uap yang berkumpul di atap. Saat tersengat terik Matahari, meledak sendiri.

Itu mirip pabrik cat liar tanpa ada standard cara produksi yang baik. Gas uap bisa meledak. Persis juga pabrik petasan.

Ledakan gudang di Pelabuhan Beirut segede Bom atom Nagasaki dan Hiroshima. Ratusan ribu penduduk terdampak oleh ledakan kimia. Seluruh rakyat di Beirut, jutaan penduduk mengungsi. Perdagangan lumpuh. Beirut Lebanon akhirnya hancur seperti puing puing bekas perang.

Bencana di Indonesia cukup banyak, gunung Merapi meletus, kilang minyak di Indramayu & Cilacap meledak tetapi untungnya Indonesia negara yang luas. Jarak dari Jakarta ke Jogjakarta itu seperti dari Ethiopia ke Sudan lintas negara.

Sehingga bencana banyak terjadi di Indonesia tetapi jaraknya sangat jauh. (Penulis: Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM., New Money Coaching NMC Group)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel