Ada Apa Saja Sih di Taman Mini Indonesia Indah?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sedang menjadi pembicaraan setelah masa pengelolaan oleh Yayasan Harapan Kita berakhir. Ini ditetapkan setelah Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden Perpres Nomor 19/2021 tentang Pengelolaan TMII.

Objek wisata gagasan istri presiden ke-2 RI Soeharto, Tien Soeharto, ini mulai dibangun pada 1972 dan diresmikan pada 20 April 1975. Taman ini merupakan rangkuman kebudayaan Indonesia yang mencakup 34 provinsi. Karenanya, anjungan daerah jadi salah satu daya tarik TMII.

Anjungan-anjungan ini dibangun secara tematik dan terbagi atas enam zona, yakni Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, serta Maluku dan Papua. Tiap anjungan menampilkan rumah adat setempat, seperti melansir dari laman tamanmini.com, Kamis (8/4/2021).

Selain arsitektur tradisional, aneka busana, serta pengelanan tradisi daerah, seperti tarian, juga melengkapi setiap anjungan. Berada di tengah bangunan anjungan-anjungan itu adalah danau yang di atasnya mengapung pulau-pulau buatan menggembarkan miniatur kepulauan Indonesia.

Di samping itu, ada pula kereta gantung, serta Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku.

TMII memiliki logo yang pada intinya merepresentasi singkatan dari "Taman Mini Indonesia Indah," sedangkan maskotnya berupa tokoh wayang Hanoman yang dinamakan NITRA (Anjani Putra). Maskot ini diresmikan penggunaannya oleh Tien Soeharto, bertepatan dengan dwi windu usia TMII pada 1991.

Dari Museum sampai Rumah Ibadah

Pengunjung melihat panggung potehi di Museum Tionghoa  Hakka Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (21/1/2020). Museum tersebut menampilkan sejarah kedatangan dan percampuran budaya orang Tionghoa di kepulauan Nusatara. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Pengunjung melihat panggung potehi di Museum Tionghoa Hakka Indonesia, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (21/1/2020). Museum tersebut menampilkan sejarah kedatangan dan percampuran budaya orang Tionghoa di kepulauan Nusatara. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Setidaknya ada 19 museum di kawasan TMII untuk "menjawab rasa pengetahuan dan berbagai pertanyaan seputar pengetahuan, kehidupan, sosial masyarakat, budaya, peradaban, serta teknologi."

Ada Museum Indonesia, Museum Transportasi, Museum Minyak dan Gas Bumi, Museum Penerangan, Museum Perangko, Museum Peragaan IPTEK, Museum Listri dan Energi Baru, Museum Olahraga, Museum Purna Bhakti Pertiwi.

Selanjutnya, Museum Keprajuritan Indonesia, Museum Pusaka, Museum Telekomunikasi, Museum Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal, Museum Asmat, Museum Timor Timur, Museum Hakka Indonesia, Museum Sernagga dan Taman Kupu-Kupu, dan Museum Fauna Indonesia Komodo dan Taman Reptil.

Ada pula taman rekreasi yang dikategorikan sebagai taman monumental, taman flora, taman fauna, dan taman hiburan. Taman monumental di antaranya adalah Taman Prasasti APEC dan Monumen Persahabatan Negara Non Blok.

Taman Flora terdiri dari Taman Apotek Hidup, Taman Melati, serta Taman Legenda Keong Emas. Taman Fauna di antaranya Taman Bekisar, Taman Burung, Taman Reptilia, Taman Kupu, dan Dunia Air Tawar.

Sedangkan, Taman Hiburan dan Sarana Rekreasi antara lain Snowbay Water Park, Istana Anak Anak Indonesia, dan Among Putro "Jagat Antariksa" SkyWorld.

Di TMII juga terdapat rumah ibadah agama-agama yang diakui di Indonesia, yakni masjid, gereja, kuil, vihara, dan klenteng.

Polemik Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Jakarta

Infografis Polemik Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Polemik Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: