Ada ASN Terpapar COVID-19, Tujuh Kantor SKPD Jateng Lockdown

·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menutup tujuh kantor SKPD yang berada di kompleks Kantor Gubernur Jateng. Hal itu dilakukan setelah sejumlah ASN di kantor tersebut terpapar COVID-19.

Pejabat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo menjelaskan, wabah COVID-19 telah terjadi di kalangan ASN Pemprov Jateng beberapa hari ini. Sehingga untuk sementara beberapa kantor ditutup hingga situasi aman. Pihaknya sudah melakukan upaya dan saat ini sudah terkendali.

"Ada tiga sampai enam orang yang terpapar COVID-19, dan sudah terkendali," kata Prasetyo.

Ia mengungkapkan, 7 SKPD di lingkungan Pemprov Jateng yang ditutup sementara adalah beberapa Kantor Biro yang berada di kompleks Kantor Gubernur di Jalan Pahlawan, serta kantor yang ada di Jalan Pemuda, yaitu Kantor Inspektorat dan Kantor Bappeda.

Sementara itu, kata Prasetyo, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran yang isinya melarang semua aparatur sipil negara (ASN) melakukan perjalanan dinas luar dan dilarang melakukan pertemuan tatap muka di lingkungan kerjanya. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi dan menekan penularan COVID-19, yang mana saat ini peningkatannya tinggi di Jateng.

"Sesuai perintah Pak Gubernur, ASN diminta mengurangi mobilitas," jelasnya.

Dalam Surat Edaran (SE) No. 965/1658 tentang Larangan Pelaksanaan Perjalanan Dinas dan Pertemuan Langsung yang ditandatangani Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Prasetyo Aribowo, salah satu isinya adalah melarang pengawai melakukan perjalanan dinas ke luar atau dalam kota, kecuali untuk melaksanakan tugas penanganan COVID-19. Ketentuan itu berlaku dari tanggal 24 Juni 2021 sampai pemberitahuan lebih lanjut sesuai perkembangan.

Laporan Teguh Joko Sutrisno/tvOne Semarang

Baca juga: Tangani COVID-19, Bupati Blora Berburu Oksigen Sampai Gresik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel