Ada Bank Amerika Serikat di Balik Kontroversi Liga Super Eropa

Zaky Al-Yamani
·Bacaan 2 menit

VIVA – Bank investasi Amerika Serikat, JP Morgan, telah menyatakan bahwa mereka akan mendanai kompetisi baru bertajuk Liga Super Eropa yang kontroversial, dengan suntikan dana $6 miliar, atau setara dengan Rp87 triliun.

Pengumuman dari 12 klub besar Eropa tentang niat mereka menggagas Liga Super Eropa yang memisahkan diri dari kompetisi reguler telah ditanggapi dengan reaksi keras dari banyak pihak. Khususnya FIFA dan enam federasi kontinental

Menurut laporan dari Mundo Deportivo, Selasa 20 April 2021, JP Morgan telah menyetujui kerjasama investasi bersama dengan Key Capital, yang investor terkenalnya termasuk pengusaha Spanyol terkemuka, Borja Prado.

Prado sendiri merupakan teman pribadi presiden Real Madrid yang sekarang juga menjabat sebagai presiden Liga Super Eropa, Florentino Perez. Bisnis Prado fokus di bidang utilitas dan media besar di Spanyol.

JP Morgan dan Key Capital dikabarkan akan menawarkan kepada masing-masing anggota pendiri liga jaminan awal €3,6 juta, namun, sebelumnya ada perkiraan yang menunjukkan bahwa klub-klub pendiri akan mendapatkan bayaran yang lebih tinggi.

Trio La Liga: Real Madrid, Barcelona dan Atletico Madrid adalah di tiga dari 12 klub-klub yang sepakat membuat kompetisi yang memisahkan diri, bersama tiga klub Serie A dan enam klub elite Premier League.

Sebelumnya, Presiden UEFA, Aleksander Ceferin menegaskan klub dan pemain yang terlibat dalam Liga Super Eropa yang diusulkan sejumlah klub, akan dilarang 'secepat mungkin' dari semua kompetisi, termasuk Piala Dunia.

Usai menggelar pertemuan darurat sehari setelah 12 klub top Eropa mengumumkan Liga Super Eropa, Ceferin melancarkan serangan pedas terhadap rencana tersebut, yang telah dikecam secara luas di seluruh pertandingan dan seterusnya.

Cefering menolak untuk mengesampingkan bahwa pemain bisa dilarang bermain di Piala Eropa. Ketika ditanya secara langsung tentang kapan larangan akan dimulai, dia berkata: "Saya tidak tahu kapan," katanya dilansir Tribal Football.

"Kami masih mengkaji dengan tim hukum kami. Tetapi kami akan mengambil semua sanksi yang kami bisa. Secepat mungkin mereka harus dilarang dari semua kompetisi kami dan para pemain dari semua kompetisi kami," lanjutnya.