Ada BRT dan TransJakarta, Jakarta Raih Sustainable Transport Award

VIVA
·Bacaan 2 menit

VIVA – Upaya DKI Jakarta dalam membenahi transportasi dan terkait pengembangan transportasi berkelanjutan mendapat penghargaan Sustainable Transport Award. Penghargaan ini diberikan oleh Committee of Sustainable Transport Award.

Berdasarkan rilis dari The Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia, Kamis (27/6), penghargaan didapat Kota Jakarta atas usahanya dalam mengembangkan sistem BRT dan transjakarta">TransJakarta.

Menurut Fani Rachmita Manajer Komunikasi ITDP dalam keterangannya disampaikan bahwa ada sejumlah fokus dalam penilaian ini.

“Penilaiannya yaitu pengembangan angkutan umum khusus yang terintegrasi dengan NMT dan terkoneksi first mile dan last mile, juga ketahanan sistem transportasi terhadap bencana seperti banjir dan perubahan iklim lainnya. Penggunaan sepeda dalam moda transportasi dan aspek kesetaraan juga jadi bagian dari penilaian,” terangnya.

Dari deretan penilaian itu, Jakarta dianggap berhasil dalam menaikkan jumlah penumpang hingga 200 persen kurang dari 3 tahun, serta penilaian lain seperti fasilitas pejalan kaki, akses menuju stasiun dan halte angkutan umum.

Selain itu, Jakarta juga dinilai berhasil mengintegrasikan sistem BRT dengan layanan microbus (angkot) dan kehadiran MRT pertama yang memberikan tambahan opsi moda transportasi umum bagi warga Jakarta.

Jakarta juga berhasil meningkatkan fasilitas pejalan kaki dan akses menuju stasiun, dan halte angkutan umum, serta menciptakan hub-hub untuk mengintegrasikan seluruh moda transportasi umum.


Fani mengatakan, Jakarta sudah tepat memutuskan untuk membangun transportasi umum yang nyaman bagi warga. Sehingga saat pandemi corona muncul, warga tak khawatir.

"Jakarta sudah membuat keputusan tepat fokus pada pembangunan public transport beberapa tahun ke belakang ini, sehingga warga Jakarta mempunyai transportasi andalan yang murah dan nyaman terutama saat pandemi, yang berimbas juga pada ekonomi," jelas dia.

Segala kelengkapan fasilitas transportasi ini membuat Jakarta mudah menyesuaikan diri di masa pandemi corona. Pengaturan kapasitas bus dan gerbong kereta tidak mengganggu jalannya operasional transportasi.

"Selama PSBB dan PSBB transisi, penumpang yang boleh naik maksimal 50% dari kapasitas bus atau gerbong," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo.

Dengan ketentuan ini, baik Transjakarta, LRT Jakarta, maupun MRT Jakarta, bisa memenuhi kebutuhan penumpang. "Bahkan armada tambahan belum dioperasikan," tambah dia.

Semua protokol kesehatan juga harus dijalankan. Setiap penumpang wajib memakai masker. Aturan yang sama juga harus dijalankan oleh petugas transportasi umum.

Dari sisi fasilitas, setiap bus dan gerbong kereta dicuci dan disemprot disinfektan untuk memastikan tetap bersih, sebelum maupun sesudah beroperasi. Untuk fasilitas sepeda, Jakarta kini sudah punya mengoperasikan jalur sepeda dalam 3 fase. Selain itu, fasilitas parkir sepeda sudah tersedia di halte Transjakarta dan Stasiun MRT dan LRT.


Sehingga warga bisa lebih nyaman beraktivitas di Jakarta. Fani menilai, segala infrastruktur sepeda yang ada saat ini menjadi modal besar untuk Jakarta. Peningkatan kualitas kini menjadi tantangan ke depan.

"Implementasi 63 km jalur sepeda di Jakarta tahun lalu, menjadi modal dasar dalam menyediakan fasilitas untuk para pesepeda di masa pandemi. Tentunya kebutuhan yang sangat besar ini harus dibarengi dengan peningkatan infrastruktur yang selaras seperti; peningkatan infrastruktur jalur sepeda dengan menambah proteksi, menambah rute jalur sepeda, menyediakan parkir sepeda di tempat umum," ucap Fani.