Ada Campur Tangan Telkom dalam Pengadaan Vaksin COVID-19

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom mengaku dilibatkan oleh pemerintah dalam pengadaan dan pendistribusian vaksin COVID-19. Telkom akan menggunakan sebuah platform untuk menyajikan satu data supaya terintegrasi.

"Telkom terlibat membantu pemerintah dalam program Komite Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPPEN). Kami menggunakan big data sebagai basis sistem informasi dan sistem satu data," kata Direktur Bisnis Digital Telkom, Fajrin Rasyid, Rabu, 2 Desember 2020.

Baca: Telkom Usung BigBox, Distribusi Bansos Jadi Lebih Akurat

Ia melanjutkan bahwa vaksin COVID-19 yang akan tiba jumlahnya bertahap, tapi belum bisa merata ke semua masyarakat. Dengan begitu, untuk tahap awal akan diberikan kepada yang prioritas, seperti tenaga kesehatan dana TNI/Polri.

"Untuk itulah dibutuhkan big data analytics untuk mengolah data kependudukan. Jangan sampai kita butuh vaksin untuk orang-orang tadi tapi datanya enggak jelas," tutur mantan presiden Bukalapak itu.

Ia melanjutkan, dari data yang Telkom dapat nantinya akan digunakan untuk menentukan lokasi yang menjadi prioritas, penduduk prioritas, dan jadwal sesuai kesediaan vaksin COVID-19.

Perusahaan telekomunikasi pelat merah ini akan membantu mengintegrasikan data dari berbagai sumber, seperti BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, TNI/Polri, dan Dukcapil Kemendagri, sehingga mereka bisa menghasilkan data yang tepat.

Platform juga akan digunakan untuk memonitor produksi vaksin COVID-19, pengiriman, serta jumlah yang dibutuhkan. Laporan harian juga akan tersedia, seperti misalnya berapa jumlah warga yang sudah divaksin hingga lokasinya.

Sebelumnya, Telkom mengumumkan kehadiran startup atau perusahaan rintisan BigBox, solusi big data analytics untuk program Satu Data Indonesia yang dicetuskan pemerintah.

"Kita mencoba untuk menyatukan agar punya satu data yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk mendistribusikan bantuan sosial (bansos) agar lebih akurat," kata Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah secara virtual, kemarin.