Ada Empat Balita Turut Hilang Diduga Tertimbun Longsor di Nganjuk

Mohammad Arief Hidayat, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pencarian terhadap 16 orang yang hilang diduga tertimbun tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa/Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, terus dilakukan oleh tim SAR gabungan pada Senin, 15 Februari 2021. Di antara para korban yang belum ditemukan, terdapat 4 balita atau anak-anak yang diduga turut tertimbun material longsoran.

Kepala Kantor SAR Surabaya Hari Adi Purnomo menuturkan, dari ke-16 korban hilang, 12 di antaranya berusia dewasa. Sementara 4 sisanya masih balita atau anak-anak. Para korban itu ialah Muryanto, Parmiati, Friska, Yono, Yatini, Umi, Darimun, Muryam, Sunarsih, Prasetyo, Rama, Yatemo, Putra, Dimas, Nendra, dan Rehan.

Korban hilang yang belum ditemukan itu sebagian banyak dari total 20 korban hilang berdasarkan laporan awal. Namun, empat korban sudah ditemukan. Dua korban selamat dan hanya mengalami luka-luka, sementara 2 lainnya ditemukan meninggal dunia. Seorang di antara yang meninggal dunia diketahui tengah mengandung empat bulan.

Baca: Banjir dan Longsor di Nganjuk, Puluhan Warga Dikabarkan Hilang

Hari mengatakan, kantor SAR Surabaya mengerahkan dua tim operasi beranggotakan 15 orang dibantu tim dari Pos SAR Trenggalek. Satu unit eksavator juga dikerahkan di lokasi. "unsur SAR yang ikut dalam upaya pencarian para korban, diantaranya tim dari Polres Ngajuk, BPBD kabupaten Nganjuk, Polsek Selopuro, Koramil Selopuro, dan potensi SAR lainnya," katanya dalam keterangan tertulis.

Menurut Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Surabaya, I Wayan Suyatna, dalam upaya pencarian 16 orang korban ini, tim SAR gabungan dibagi menjadi dua SRU (Search and Rescue Unit). SRU pertama mencari secara manual dengan menggunakan sejumlah peralatan pendukung, seperti alkon (mesin pompa air), sekop, dan cangkul.

SRU kedua mencari dengan menggunakan eksavator. Sejumlah kendala dihadapi tim SAR gabungan saat melakukan upaya pencairan korban, di antaranya cukup sulitnya akses jalan untuk alat berat menuju ke lokasi, kondisi lokasi tanah longsor yang cukup curam, dan masih ada retakan tanah di sekitar lokasi.