Ada Gumpalan Misterius di Dalam Bumi

Yunisa Herawati, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Para ilmuwan percaya, bahwa bulan milik Bumi terbentuk ketika sebuah planet kecil seukuran Mars yang dikenal sebagai Theia, menghantam Bumi hingga mencapai sudut 45 derajat sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Akibatnya, bongkahan Theia dan Bumi terkumpul di orbit Bumi dan akhirnya membentuk bulan.

Baru-baru ini, para peneliti menggabungkan dua teori untuk menunjukkan kemungkinan banyak puing-puing Theia terperangkap di bawah permukaan Bumi. Ada dua massa raksasa di bawah Bumi, satu di bawah Atlantik Selatan dan satu lagi di bawah Afrika, yang dikenal sebagai large low-shear-velocity provinces (LLSVPs).

Ilmuwan mengetahui massa raksasa dari bahan yang sangat padat ini ada, karena dapat menyebabkan gangguan pada perisai magnet bumi. South Atlantic Anomaly (SAA) menjadi perhatian khusus para ilmuwan karena menyebabkan titik lemah pada perisai magnet planet kita yang membentang dari Chile hingga Zimbabwe.

Kedua gumpalan misterius itu begitu besar, berukuran lebih dari 100 kali tinggi Gunung Everest, gunung tertinggi di planet ini. Sejak penemuan itu pada akhir abad ke-20, banyak teori yang beredar tentang gumpalan itu.

Salah satu teori menyebut gumpalan adalah bagian dari inti bumi yang telah pecah, 'thermochemical piles' terdiri dari batuan padat. Teori lain menyebut itu adalah bentukan mereka sendiri. Bumi yang sudah tua memainkan peran utama dalam evolusinya.

Saat ini para ahli menggabungkan teori Theia dengan teori LLSVP, menyatakan bahwa bagian padat dari dunia alien atau dunia asing terkubur di bawah Bumi yang menyebabkan keanehan.

"Hipotesis Giant Impact adalah salah satu model yang paling banyak diteliti untuk pembentukan bulan. Tetapi bukti yang menunjukkan adanya Theia sebagai penabrak masih sulit dipahami," ujar Qian Yuan.

Mantel Theia kemungkinan beberapa persen lebih padat daripada mantel Bumi, yang memungkinkan bahan mantel Theia tenggelam ke mantel paling bawah Bumi dan menumpuk menjadi thermochemical piles.

"Simulasi dari Giant Impact menunjukkan bahwa beberapa potongan mantel Theia yang utuh mungkin telah bertahan di mantel Bumi sepanjang sejarah Bumi. Bahan di LLSVP telah melindungi mantel Theia yang lebih tua dari Giant Impact," menurut tim Geophysical Research.