Ada Istilah Baru Saat Pandemi, Kombinasi Tenaga Manusia dan Teknologi

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVAPandemi COVID-19 mengganggu sektor industri. Jika pada awalnya bisnis dan pelaku usaha bisa beroperasi dengan bebas, kini semua pergerakan harus mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Mulai dari pembatasan sosial berskala besar (PSBB), physical distancing, bekerja dari rumah (work from home/WFH), hingga fase kehidupan baru (new normal). Kondisi yang penuh ketidakpastian ini tentunya sangat mempengaruhi pengambilan keputusan HR dalam mendorong kegiatan operasional sebuah perusahaan.

Baca: Pengguna Aplikasi Ini Bisa Dapat Penghasilan, Syaratnya Mudah

Tentunya, tim HR dan perusahaan harus sigap dan cekatan dalam merancang strategi di fase new normal ini. Strategi ini bertujuan untuk membimbing karyawan agar tetap produktif dan bisa beradaptasi lebih baik di tengah pandemi.

Konsep bekerja remote atau jarak jauh memang terbukti cocok dan efektif untuk mengatasi ketidakpastian. Namun, tidak semua karyawan atau divisi tertentu bisa terus-menerus bekerja dari rumah. Dari situasi inilah muncul istilah baru yaitu, Hybrid Work Model.

"Hybrid artinya kombinasi dari dua atau lebih konsep yang akhirnya menghasilkan turunan dengan dwifungsi. Saat kemampuan dasar untuk bekerja dari rumah sudah mantap, alur kerja dan komunikasi juga harus diperhatikan," kata Kepala Eksekutif GreatDay HR, Gordon Enns, Jumat, 27 November 2020.

Ia mengaku jika model kerja Hybrid membuka kemungkinan untuk meningkatkan produktivitas karyawan dengan konsep yang juga fleksibel, model kerja seperti ini muncul sebagai jawaban ketidakpastian kapan karyawan bisa kembali bekerja sepenuhnya di kantor.

Menurut Gordon, poin paling besar dalam penerapan model kerja Hybrid, yaitu adanya keseimbangan antara bekerja dari rumah dan bekerja dari kantor dengan bantuan teknologi.

Oleh karena itu, penguasaan teknologi menjadi bagian paling krusial dalam upaya adaptasi model kerja Hybrid. "Jika model kerja remote memang sepenuhnya mengandalkan teknologi, maka dalam model kerja Hybrid justru bisa mengkombinasikan kompetensi tenaga manusia dengan teknologi," ungkap dia.

Salah satu bentuk teknologi yang bisa mendukung efektivitas model kerja Hybrid adalah Human Resource Information System (HRIS). Gordon menyebut HRIS memiliki sejumlah fitur HR yang bisa membantu perusahaan meningkatkan taraf kerja dan hidup karyawan.

Mulai dari kemudahan akses melalui aplikasi seluler, teknologi berbasis cloud, dan terintegrasi dari sistem rekam kehadiran ke sistem penggajian secara otomatis, termasuk semua komponen pajak penghasilan, hingga benefit berupa asuransi dan pinjaman.