Ada JP Morgan di Balik Pembentukan Liga Super Eropa

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - JP Morgan Chase & Co membiayai Liga Super Eropa yang memicu pergolakan terbesar sepak bola Eropa. Liga Super Eropa tersebut telah menuai kritik keras dari penggemar, liga domestik dan politikus.

Bank investasi Amerika Serikat (AS) itu tanamkan investasi awal senilai 3,5 miliar euro atau sekitar Rp 61,37 triliun (asumsi kurs 1 euro terhadap rupiah di kisaran 17.467) untuk membantu mendirikan Liga Super Eropa.

Total investasi diperkirakan senilai 4 miliar eurp setelah pembayaran dan pengeluaran tambahan, menurut seseorang yang mengetahui hal tersebut. Sumber menyebutkan, investasi yang saat ini dibiayai JP Morgan dapat ditawarkan kepada investor pada kemudian hari.

Sekelompok klub sepak bola kaya di dunia termasuk Manchester United dan Real Madrid akan melepaskan diri dari Liga Champions UEFA yang bergengsi dan membentuk liga super sendiri. Ada sejumlah klub yang mendaftar antara lain enam dari Inggris, tiga dari Italia dan tiga dari Spanyol.

Bersama 15 tim permanen,lima lainnya akan memenuhi untuk ambil bagian. Klub tersebut telah teken perjanjian yang mengikat untuk berkomitmen tetap menjadi bagian dari Liga Super Eropa selama beberapa tahun. Menurut sumber yang mengetahui perjanjian itu. Perjanjian yang mengikat itu pendorong utama di balik investasi JP Morgan.

Pembiayaan dari JP Morgan telah ditetapkan dengan tingkat bunga antara 2-3 persen, dan ditetapkan dalam jangka waktu 23 tahun. Hal itu menurut sumber.

Mengutip laman Al Jazeera, Selasa (20/4/2021), juru bicara JP Morgan enggan berkomentar. Liga Super Eropa tidak merespons tepat waktu.

Peran JP Morgan di Dunia Olah Raga

ilustrasi Sepak Bola (Liputan6.com/Abdillah)
ilustrasi Sepak Bola (Liputan6.com/Abdillah)

Adapun liga baru akan menjadi perombakan terbesar bagi sepak bola Eropa sejak pembentukan Liga Champions pada 1955. Liga nasional dari Inggris, Spanyol dan Italia, badan pengatur di Eropa, serta FIFA, dan penyelenggara Liga Champhions bereaksi dan mengancam klub dengan tindakan hukum dan bahkan pengusiran dari liga domestiknya.

Sementara itu, hubungan JP Morgan dalam kesepakatan penting di olah raga juga sudah berlangsung hampir 20 tahun. Pada 2003, JP Morgan menjadi konsultan keluarga Glazer mengenai pembelian saham MU.

Kemudian berlanjut pada penawaran umum perdana MU hampir satu dekade kemudian. MU merupakan klub yang telah mendaftar sebagai anggota pendiri Liga Super. Vice Chairman Ed Woodward adalah mantan bankir JP Morgan.

Dalam beberapa tahun terakhir, bank juga memberikan konsultasi kepada Rocco Commisso, pemilik dari Mediacom LLC tentang pembelian tim seri A Fiorentina, dan miliarder AS Dan Friedkin mengenai pengambilalihan AS Roma.

Selain itu, membantu Inter Milan dan AS Roma menjual obligasi, serta pengumpulan dana untuk Real Madrid. Dana tersebut untuk memperbaharui Stadion Santiaga Bernabeu.

"Saya tidak terkejut bahwa bank seperti JP Morgan sedang mempersiapkan aktivitas olahraga Eropa,” ujar Nikhil Bahel dari grup investasi olahraga Elysian Park Ventures.

Dampak Pandemi COVID-19

Ilustrasi Sepak Bola (Photo by Isaiah Rustad on Unsplash)
Ilustrasi Sepak Bola (Photo by Isaiah Rustad on Unsplash)

Bahel menuturkan, dampak pandemi COVID-19 telah membuat banyak tim dan liga terpapar secara finansial. “Menurut saya, ada realisasi di sini di Eropa, model pembiayaan saat ini untuk badan-badan ini perlu kembali ditinjau,” kata dia.

Peran bank investasi AS itu dinilai sangat penting karena memberikan perlindungan keuangan untuk mempertaruhkan hak siar yang dijamin miliaran eurp sehingga klub berusaha dapat memperoleh pendapatan lebih besar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini