Ada Kabar Buruk dari Industri Ponsel

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Berbagai macam industri yang mengandalkan semikonduktor tengah kelimpungan, karena adanya kelangkaan secara global. Malapetaka ini telah lahir di banyak sektor, dari mobil hingga konsol game, termasuk industri ponsel.

Perusahaan penyedia prosesor, Qualcomm mengaku takut tidak dapat memenuhi permintaan pasar. Perusahaan saat ini sedang berjuang untuk memenuhi permintaan chip andalan yang baru saja mereka rilis, Snapdragon 888 dan versi kelas menengah.

Seorang sumber yang mengetahui detailnya mengatakan bahwa kekurangan chip Qualcomm telah mempengaruhi produksi model mid-range dan low-end Samsung, bahkan untuk seri premium juga ikut terkena imbasnya, dikutip dari berbagai sumber, Sabtu 13 Februari 2021.

Presiden dan Kepala Eksekutif Qualcomm, Cristiano Amon mengatakan bahwa smartphone telah terpengaruh oleh kelangkaan semikonduktor yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini akan bertahan hingga akhir tahun.

Amon berkisah bahwa banjir permintaan karena Huawei yang beberapa waktu lalu dibatasi oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pembatasan ini diyakini sebagai ladang keuntungan pabrikan ponsel lainnya.

Sayangnya, rantai pasokan tidak siap menghadapi peningkatan permintaan komponen ini dan berujung kewalahan. Meskipun tidak jelas segmen smartphone mana yang paling menderita dari situasi ini, para ahli percaya itu adalah ponsel yang menggunakan prosesor 5nm, seperti Snapdragon 888.

Beberapa produsen elektronik dan mobil menghadapi kelangkaan chip, mengakibatkan perlombaan penimbunan yang semakin memperburuk masalah.

Ada 88 persen chip yang dibuat di luar Amerika Serikat. Negeri Paman Sam itu khawatir kapabilitasnya lebih rendah, permintaan global yang tinggi dan investasi terbatas.

Pandemi COVID-19 juga menjadi salah satu alasan mengapa permintaan ponsel, laptop, dan perangkat kerja di rumah lainnya meningkat, menekan pabrik untuk meningkatkan jumlah chip yang mereka produksi.