Ada Kesamaan antara Tsunoda dan Verstappen

Tri Cahyo Nugroho
·Bacaan 2 menit

Keputusan Tim AlphaTauri memilih Yuki Tsunoda sebagai salah satu pembalap mereka untuk Kejuaraan Dunia Formula 1 2021 membuat banyak orang terhentak. Maklum, di AlphaTauri, Tsunoda menggantikan pembalap cukup berpengalaman, Daniil Kvyat.

Tsunoda, 20 tahun, memang salah satu pembalap Honda Formula Dream Project dan anggota Red Bull Junior Tim. Honda memasok power unit untuk dua tim “bersaudara” milik Red Bull, Red Bull Racing dan AlphaTauri.

Namun, musim lalu Tsunoda berseragam Tim Carlin saat menempati peringkat ketiga klasemen akhir Formula 2 2020. Keberhasilan Tsunoda promosi menjadikannya pembalap Tim Carlin ke-27 yang naik ke Formula 1.

Trevor Carlin selaku pemilik Tim Carlin mengaku bangga dengan pencapaian Tsunoda. Carlin yakin Tsunoda mampu cepat beradaptasi dengan Formula 1. Carlin yakin akan hal itu karena Tsunoda baru satu musim di Formula 2 dan langsung dipercaya naik ke F1.

“Sungguh senang bekerja sama dengan Tsunoda. Kami hanya semusim bersama dan dia mampu melakukan semuanya jauh di atas ekspektasi kami,” tutur Carlin seperti dikutip motorsport-total.com.

Pria asal Inggris, 57 tahun, yang juga memiliki tim di seri IndyCar, Carlin Motorsport, tersebut juga mengungkapkan ada sejumlah hal dalam diri Tsunoda yang mirip dengan Max Verstappen, pembalap utama Tim Red Bull Racing.

Yuki Tsunoda menggeber sasis AlphaTauri AT01 saat tes resmi F1 di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Selasa (15/12/2020) pekan lalu.

Yuki Tsunoda menggeber sasis AlphaTauri AT01 saat tes resmi F1 di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Selasa (15/12/2020) pekan lalu. <span class="copyright">Zak Mauger / Motorsport Images</span>
Yuki Tsunoda menggeber sasis AlphaTauri AT01 saat tes resmi F1 di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, Selasa (15/12/2020) pekan lalu. Zak Mauger / Motorsport Images

Zak Mauger / Motorsport Images

“Tsunoda masih harus mempelajari banyak sirkuit tetapi itu bukan masalah besar baginya. Saya perkirakan ia mungkin akan mengalami masalah di beberapa lap sirkuit-sirkuit itu,” kata Carlin. “Tetapi jika sudah paham, ia akan mengejutkan banyak orang.”

Performa Yuki Tsunoda di Formula 2 2020 lalu memang impresif. Dari 24 race dalam 12 putaran F2 musim lalu, Tsunoda mampu merebut tiga kemenangan dan empat finis podium lainnya (di luar podium utama).

Pada musim perdananya di Formula 2 itu, Tsunoda hanya terpaut 15 poin dari sang juara, Mick Schumacher, yang musim depan juga akan naik ke F1 bersama Tim Haas.

Fakta-fakta itulah yang membuat Carlin yakin Yuki Tsunoda mampu cepat beradaptasi di F1 sekaligus menebar ancaman, utamanya bagi sejumlah pembalap muda. Termasuk memberikan tekanan untuk rekan setimnya sendiri, Pierre Gasly.

“Waktu yang akan membuktikan seperti apa kemampuan Tsunoda. Menurut saya, Tsunoda sudah siap menghadapi tantangan terkait masa depannya,” kata Carlin.

Selama mampu mengatasi tekanan berat di Formula 1, Yuki Tsunoda diyakini bakal mampu dengan cepat menyejajarkan diri dengan Lando Norris, pembalap muda Tim McLaren. Norris adalah pembalap terakhir Carlin yang naik ke F1 sebelum Yuki Tsunoda.

Norris naik ke Formula 1 pada 2019 setelah pada musim sebelumnya menjadi runner-up Formula 2. Di mata Carlin, tidak ada alasan bagi Yuki Tsunoda untuk merasa di bawah Norris.

“Tsunoda hanya akan kalah pengalaman daripada Norris. Tetapi dari sisi kecepatan dan pemahaman akan mobil, dan teknik balapnya, Tsunoda jelas sudah sangat pantas untuk turun di Formula 1,” tutur Trevor Carlin.