Ada Korban Meninggal, Polisi Tambah Pasal Jerat Juragan dan Pemilik KM Ladang Pertiwi

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) menambah penerapan pasal terkait kasus tenggelamnya Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi 02 di Selat Makassar. Penambahan pasal tersebut diterapkan karena ditemukannya tiga orang meninggal dunia.

Kapolda Sulsel, Inspektur Jenderal Nana Sudjana mengatakan pihaknya sudah menetapkan dua orang tersangka yakni H Syaiful dan Supriadi sebagai tersangka kasus tenggelamnya KM Ladang Pertiwi 02. Sebelumnya kedua orang tersebut hanya dikenakan Undang Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran.

"Dengan ditemukannya tiga orang meninggal itu, kami akan melapis pasal tersebut yakni pasal 358 KHUP, karena kealpaannya dan kesalahannya sehingga menyebabkan orang lain meninggal dunia," ujarnya saat jumpa pers di Mapolda Sulsel, Jumat (3/6).

Ia mengaku sudah melakukan penahanan terhadap juragan KM Ladang Pertiwi 02, Supriadi. Penahanan dilakukan terhadap Supriadi karena ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

"Kemarin memang satu nakhoda kami sudah tahan, untuk ancaman hukumannya di atas 5 tahun akan kami lakukan penahanan dalam rangka penyidikan," sebutnya.

Nana menambahkan dalam kasus tenggelamnya KM Ladang Pertiwi 02 pihaknya sudah memeriksa 16 orang saksi. Dari jumlah orang diperiksa tersebut diantaranya Syahbandar, Pelindo, Kepala Desa, anak buah kapal, korban selamat, dan tokoh masyarakat.

"Pemeriksaan terkait dalam hal jumlah penumpang dan korban meninggal. Kemarin sempat simpang siur dan akhirnya kita pastikan ada 50 orang penumpang," tegasnya.

Nana menambahkan tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka bisa bertambah. Hanya saja, hal tersebut masih dilakukan pengembangan.

"Kemungkinan bisa saja. Makanya kita kembangkan," kata dia.

Sementara itu, Kepala Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Sulsel, Djunaidi mengatakan dirinya bersama Kapolda Sulsel dan Sekretaris Daerah (Sekda) Sulsel melakukan pencarian menggunakan helikopter pada 40 nautical mile (NM) dari lokasi kejadi kecelakaan KM Ladang Pertiwi 02. Dari pemantauan tersebut belum ada perkembangan berarti termasuk penemuan korban tenggelamnya KM Ladang Pertiwi.

" Untuk hasil kita dapat masih nihil dan tentunya alut (alat utama) akan terus mencari hingga malam hari ini," tuturnya.

Ia menambahkan untuk dua korban meninggal yang ditemukan Kamis (2/6), dibawa ke Kota Makassar untuk dilakukan identifikasi oleh tim DVI Polda Sulsel. Pasalnya, kedua jenazah tersebut belum diketahui identitasnya.

"Dua korban meninggal kami bawa ke Makassar melalui KN SAR Kamajaya. Nanti Tim DVI Polda Sulsel yang akan melakukan identifikasi jenazah tersebut," kata dia. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel