Ada KTT G20, Toko Souvenir Dekat Kawasan ITDC Nusa Dua Justru Sepi Pembeli

Merdeka.com - Merdeka.com - Suasana toko souvenir atau umumnya dikenal art shop di Jalan Pantai Mengiat, Desa Peminge, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, tampak sepi, hanya terlihat satu atau dua wisatawan asing hilir mudik.

Deretan toko souvenir yang berjejer tidak jauh dari pintu keluar kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di Nusa Dua, Bali, ini, sudah sepi wisatawan asing beberapa hari ini.

Salah satu pedagang toko souvenir bernama Nyoman Eka Murniati (53) mengatakan tamu sepi sudah beberapa hari ini. Namun ada saja tamu delegasi yang beli.

"Kalau Minggu-minggu yang lalu lumayan, kalau sekarang delegasi yang tinggal di sini dan wisatawan (asing) tidak ada. Iya tapi ada yang belanja tamu delegasi," kata Murniati saat ditemui, Jumat (11/11).

Hotel di kawasan ITDC saat ini penuh ditempati oleh para delegasi KTT G20. Sementara untuk wisatawan asing banyak memilih hotel di luar kawasan ITDC Nusa Dua. "Kalau sekarang belum ada tamu asing. (Hotelnya kan ditempati) delegasi, full hotelnya," imbuhnya.

Kendati demikian, menurutnya beberapa wisatawan asing yang lewat untuk menuju Pantai Mengiat di kawasan ITDC ada saja yang sempat membeli barang yang dijajakannya. "Belum ada (peningkatan) yang belanja di sini. Kalau minggu-minggu yang lalu lumayan, bisa ada empat dan tiga (tamu asing yang beli) tergantung pada tamunya," ungkapnya.

Murniati yang sudah berjualan souvenir sejak tahun 1992 ini, mengaku untuk saat ini bisa mendapatkan penghasilan dalam sehari sekitar Rp350 ribu. Namun di bulan-bulan sebelumnya bisa di atas Rp500 ribu atau sampai Rp1 juta. Apalagi sebelum Pandemi Covid-19 pendapatannya bisa mencapai Rp2 juta dan Rp3 juta sehari.

"Ini mungkin sepi karena belum semua delegasi datang ke sini. Iya mudah-mudahan nanti ramai, kalau di Kuta saya lihat ramai tamu," ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya berharap dengan adanya KTT G20 ini nanti wisatawan mancanegara kembali ramai datang ke Bali dan toko souvenirnya kembali banyak dibeli tamu asing. "Harapannya tamu banyak datang ke Bali. Siapa tahu habis (G20) ini sukses," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ferdi yang menyewakan rental sepeda motor untuk para tamu. Dia menyampaikan untuk saat ini sepi wisatawan asing yang menyewa sepeda motornya, tetapi ada beberapa tamu delegasi yang menyewa sepeda motornya.

"Kalau sekarang yang (sewa) delegasi. Awal Bulan November (tamu asing) masih ramai dan sekarang masih sangat sepi dari empat hari yang lalu," ujarnya.

Ia menyebutkan, bahwa sebelumnya ada sekitar lima sepeda motor yang disewa tamu asing dalam sehari. Kalau sekarang belum tentu ada yang sewa sepeda motor. Sementara, untuk penyewaan sepeda motor per hari harganya dipatok dari Rp120 hingga Rp150 ribu.

"Kalau sekarang sehari belum tentu dapat. Harapannya (ke depan) lancar saja," ujarnya. [cob]