Ada Laporan Kontaminasi, Jepang Setop Penggunaan 1,63 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Moderna

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Tokyo - Jepang akan menghentikan penggunaan 1,63 juta dosis vaksin COVID-19 Moderna setelah munculnya laporan kontaminasi di antara beberapa botol vaksin.

Keputusan itu disampaikan oleh produsen obat Jepang, Takeda dan kementerian kesehatan negara tersebut pada Kamis (26/8).

Takeda, yang bertanggung jawab atas penjualan dan distribusi vaksin COVID-19 Moderna di Jepang, mengatakan bahwa pihaknya "menerima laporan dari beberapa pusat vaksinasi bahwa ada zat asing yang ditemukan di dalam botol vaksin yang belum dibuka dari sejumlah lot tertentu".

"Setelah berkonsultasi dengan kementerian kesehatan, kami telah memutuskan untuk menangguhkan penggunaan vaksin dari lot tersebut mulai 26 Agustus," terang Takeda, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (26/8/2021).

Perusahaan tersebut mengatakan telah memberi tahu pihak Moderna soal temuan itu dan "meminta penyelidikan segera".

Moderna juga belum memberikan komentar resmi terkait temuan tersebut.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kementerian Kesehatan Jepang dan Takeda Amankan Vaksin yang Tak Terkontaminasi

Pekerja menyiapkan box berisi vaksin Moderna COVID-19 untuk dikirim di pusat distribusi McKesson di Olive Branch, Mississippi, AS, Minggu (20/12/2020). Selama seminggu, Pemerintah federal berencana mendistribusikan total 7,9 juta dosis vaksin dari Moderna dan Pfizer Inc (AP Photo/Paul Sancya, Pool)
Pekerja menyiapkan box berisi vaksin Moderna COVID-19 untuk dikirim di pusat distribusi McKesson di Olive Branch, Mississippi, AS, Minggu (20/12/2020). Selama seminggu, Pemerintah federal berencana mendistribusikan total 7,9 juta dosis vaksin dari Moderna dan Pfizer Inc (AP Photo/Paul Sancya, Pool)

Takeda tidak merinci tentang bentuk kontaminasi yang terjadi pada botol-botol vaksin itu, tetapi menjelaskan sejauh ini belum menerima laporan terkait masalah kesehatan yang timbul dari dosis-dosis yang terkontaminasi.

Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan akan bekerja sama dengan Takeda untuk mengamankan dosis alternatif vaksin COVID-19 untuk menghindari gangguan pada program vaksin di negara itu, yang telah meningkat setelah awal yang lambat.

Sekitar 43 persen populasi Jepang saat ini sudah divaksinasi lengkap, tetapi negara tersebut juga sedang berjuang melawan lonjakan kasus Virus Corona yang dipicu oleh varian Delta.

Sekitar 15.500 orang telah meninggal karena COVID-19 di Jepang selama pandemi, dan sebagian besar wilayah di sana masih berada di bawah pembatasan.

Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin COVID-19

Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin COVID-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin COVID-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel