Ada Larangan Mudik, Ciputra Development Yakin Kunjungan ke Mal Meningkat

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Larangan mudik Lebaran oleh pemerintah pada 6 hingga 17 Mei 2021, membuat PT Ciputra Development Tbk (CTRA) optimistis pengunjung mall akan meningkat.

Hal ini karena masyarakat tak bisa berpergian ke kampung halaman atau luar kota, sehingga alternatif tempat hiburan di wilayah masing-masing menjadi tujuannya.

"Mestinya selama libur Lebaran mal akan menjadi alternatif destinasi kunjungan sehingga visitor diharapkan akan meningkat," kata Direktur Independen PT Ciputra Development Tbk Tulus Santoso, kepada Liputan6.com, Kamis (15/4/2021).

Melihat hal ini, Tulus menegaskan pihaknya akan memperketat protokol kesehatan sehingga pengunjung tetap nyaman dan aman saat berbelanja atau sekadar berwisata di mall.

"Strateginya dengan menerapkan prokes secara ketat sehingga menjamin keamanan dan kenyamanan pengunjung," ujarnya.

Pemerintah Putuskan Larang Mudik Lebaran 2021

Sejumlah kendaraan melintasi ruas Tol Jagorawi, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Mulai 24 April 2020, pemerintah akan memberikan sanksi bagi warga yang nekat keluar masuk wilayah Jabodetabek dan wilayah zona merah virus corona COVID-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Sejumlah kendaraan melintasi ruas Tol Jagorawi, Jakarta, Rabu (22/4/2020). Mulai 24 April 2020, pemerintah akan memberikan sanksi bagi warga yang nekat keluar masuk wilayah Jabodetabek dan wilayah zona merah virus corona COVID-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sebelumnya, Pemerintah memutuskan melarang mudik Lebaran 2021. Keputusan tersebut dihasilkan dari rapat tiga menteri yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy.

"Ditetapkan tahun 2021 mudik ditiadakan, berlaku untuk seluruh ASN, TNI, Polri, BUMN, swasta maupun pekerja mandiri juga seluruh masyarakat,” kata Muhadjir dalam Konpers daring, Jumat, 26 Maret 2021.

Muhadjir menyebut pelarangan mudik kali ini untuk mendukung program vaksinasi Covid-19 yang masih berlangsung.

“Sehingga vaksinasi bisa menghasilkan kesehatan maksimal. Aturan yang menunjang akan diatur kementerian terkait,” ujarnya.

Ia juga memastikan akan ada pengawasan ketat mendekati hingga setelah hari raya untuk memastikan penerapan larangan tersebut, “Pengawasan dari TNI, Polri, Menhub dan Pemda,” ujar dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini