Ada Larangan Mudik, Gubernur Edy Sebut Silaturahim Bisa Lewat HP

Ezra Sihite, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah melarang warganya untuk mudik Lebaran tahun 2021 ini. Hal ini dilakukan bertujuan untuk menekan penyebaran COVID-19. Menyikapi hal itu, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyatakan siap melaksanakan kebijakan tersebut.

Mantan Ketua Umum PSSI itu mengaku bahwa dia setuju dengan larangan mudik tersebut. Edy menilai hal ini bisa jadi salah satu cara efektif untuk menekan penyebaran virus Corona di Indonesia termasuk di Sumatera Utara ini.

“Kita harapkan, saudara kita tidak melakukan silaturahmi secara langsung," ungkap Edy kepada wartawan di rumah dinas Gubernur di Kota Medan, Sumut pada Senin 29 Maret 2021.

Mantan Pangdam I Bukit Barisan itu, menilai meski tidak ada mudik namun, silaturahim bisa tetap berlangsung dengan cara lain dilakukan secara virtual.

"Kita bisa menggunakan HP, virtual atau yang lain ini, saya berharap agar COVID-19 bisa diselesaikan," tutur Edy.

Edy mengungkapkan bahwa pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan mengikuti petunjuk dan arahan kebijakan larangan mudik untuk tetap diterapkan di Sumut ini dan harus diikuti warganya.

“Kita loyal, kalau sudah tak boleh, itu untuk kepentingan keselamatan bersama (tapi) kita tidak bisa menutup seperti lockdown karena ekonomi harus tetap jalan,” kata mantan Pangkostrad itu.

Larangan mudik dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kordinator PMK, dimulai sejak 6 hingga 17 Mei 2021. Larangan mudik tersebut berlaku terhadap seluruh ASN, TNI/Polri, pegawai kementerian, BUMN dan pegawai Swasta.