Ada Mafia Loloskan Pendatang dari India, Satgas Covid-19: Jangan Pernah Bermain dengan Nyawa

·Bacaan 2 menit
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya membeberkan adanya oknum-oknum yang meloloskan karantina para pendatang dari India yang baru tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Tindakan itu tidak akan ditolerir lantaran melanggar protokol kesehatan dan karantina kesehatan.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengecam oknum yang meloloskan karantina bagi pendatang dari India tersebut. Tindakan itu dinilainya telah berpotensi membahayakan nyawa seluruh rakyat Indonesia. Dia memperingatkan oknum maupun calon oknum lainnya untuk tidak bermain-main dengan nyawa rakyat Indonesia.

"Satgas tidak bisa menolerir kemunculan oknum yang memanfaatkan dan menyalahgunakan keadaan. Jangan pernah berani bermain dengan nyawa! Satu nyawa sangat berarti dan tak ternilai harganya," kata Wiku saat konferensi pers virtual di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (27/4).

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat UI itu meminta para penegak hukum untuk mengusut kasus ini hingga tuntas. Dia juga berpesan agar para oknum yang terbukti bersalah itu harus diganjar hukuman yang setimpal sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

"Mohon kerja samanya terhadap petugas penegak hukum di lapangan agar segera mengusut kasus ini dan memberikan sanksi sesuai hukum yang berlaku," kata Wiku.

"Jangan sekalipun mencoba melakukan hal yang melanggar ketentuan yang berpotensi mendapatkan konsekuensi hukum," ucapnya.

Dia berpesan kepada seluruh warga Indonesia maupun warga negara asing yang baru tiba di Indonesia untuk mengikuti aturan yang berlaku terkait ketentuan karantina pelaku perjalanan. Dia kembali menegaskan bahwa karantina selama 14 hari merupakan ketentuan wajib, bukan hanya bagi WNA namun juga bagi WNI.

Ikuti Aturan yang Berlaku

"Karantina 14 hari merupakan upaya pemerintah untuk mencegah masuknya imported case berupa varian baru yang berasal dari India. Jadi saya minta, WNI yang tiba dari India untuk mematuhi ketentuan. Ini demi keselamatan kita bersama," tegasnya.

Sebagai informasi, disebutkan bahwa WNI dari India berinisial JD lolos dari karantina berkat bantuan S dan RW yang mengaku sebagai pegawai Bandara Soekarno-Hatta. Untuk bisa lolos dari karantina Covid-19, JD membayar uang Rp 6,5 juta pada S. Lalu, S membantu JD lepas dari kewajiban karantina setelah mendarat dari India.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus mengatakan, penyidik masih memeriksa ketiga orang itu dan menyelidiki kasus ini lebih dalam.

"Kalau pengakuan dia kepada JD, dia adalah pegawai bandara. Ngakunya doang. Dia sama anaknya. RW itu anaknya S," ungkapnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: