Ada Massa Tolak HRS ke Banten, Panglima LUIB: Memalukan

Hardani Triyoga, Yandi Deslatama (Serang)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Massa Ansor, Banser, Laskar Pendekar Banten Sejati (Lapbas) dan Paguron Jalak Banten sempat gelar aksi damai menolak Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke Banten. Aksi ini pun disayangkan karena berpotensi memunculkan kegaduhan.

Demikian disampaikan Panglima Laskar Umat Islam Banten (LUIB), Riki Yakub. Ia cemas aksi itu membuat kegaduhan karena Banten seharusnya dikenal sebagai bumi seribu kiai, sejuta santri.

"Banten yang terkenal dengan kota sejuta santri, seribu ulama dan kota yang terbilang sudah aman dan kondusif, malah dibuat tidak kondusif oleh mereka yang melakukan aksi menolak Habib Rizieq Shihab di tanah Banten," kata Riki, saat dikonfirmasi, Sabtu, 21 November 2020.

Riki juga menekankan aksi dan pernyataan sejumlah elemen ormas pada Jumat kemarin itu justru bisa menghilangkan kondusivitas di Banten yang sudah tercipta dengan baik.

Baca Juga: Massa Front Pembela Bangsa di Bandung Bakar Foto Habib Rizieq

Aksi deklarasi itu juga dinilai Riki memalukan nama baik masyarakat Banten yang banyak dihuni kalangan santri, ulama dan kiai.

"Kejadian ini sangat memalukan masyarakat Banten yang mayoritas santri dan ulama-ulama besar di dalamnya, terlebih atas nama menjaga keamanan negara. Justru aksi mereka itu yang malah bikin suasana Banten jadi tidak kondusif," jelasnya.

Sebelumnya, aksi massa yang tergabung dalam Lapbas dan Paguron Jalak Banten menggelar deklarasi damai di Alun-alun Barat Kota Serang, Banten, pada Jumat, 20 November 2020.

Berbagai spanduk digelar dalam aksi tersebut. Salah satu yang mencolok, spanduk besar bertuliskan "Tolak Rizieq Shihab ke Banten, Bukan Habib, Bukan Keturunan Rasul".

"Kami deklarasi di Alun-alun Serang untuk menolak adanya kedatangan Rizieq Shihab, karena membuat resah di Banten. Kami dari Banten bersiap menolak Rizieq Shihab," kata perwakilan DPP Lapbas, Siti Komariah, di lokasi aksi.

Mereka menolak kedatangan Habib Rizieq karena tak ingin mendengar ujaran kebencian yang disuarakan pimpinan FPI itu di Banten.