Ada Penemuan Mengejutkan di Bekas Lokasi Perang Dingin

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Tanah beku yang ada di Greenland selama Perang Dingin, menyembunyikan fosil di bawahnya yang berumur satu juta tahun. Analisis terbaru untuk mengungkap tanaman yang sangat terawat ini telah membuatnya mati, kata para peneliti.

Ilmuwan Angkatan Darat AS menggali inti es di Greenland barat laut pada tahun 1966 sebagai bagian dari Proyek Iceworm, sebuah misi rahasia untuk membangun pangkalan di bawah permukaan.

Tapi, Proyek Iceworm gagal. Pangkalan itu ditinggalkan dan inti esnya terlupakan di dalam freezer di Denmark, sampai ditemukan kembali pada tahun 2017, melansir dari situs Live Science, Rabu 17 Maret 2021.

Ketika para ilmuwan menyelidiki intinya pada 2019, mereka menemukan fragmen tumbuhan fosil telah mekar jutaan tahun yang lalu. Lapisan es Greenland diperkirakan berusia hampir 3 juta tahun. Tetapi fragmen ini menunjukkan usianya yang kemungkinan sudah mencapai jutaan tahun.

Kemungkinan saat itu Greenland masih bebas dari es. Saat ini, sebagian besar wilayah tersebut ditutupi oleh Lapisan Es Greenland, yang membentang seluas 656.000 mil persegi, sekitar tiga kali luas Texas, menurut National Snow and Ice Data Center (NSIDC).

Setelah Angkatan Darat menghentikan Project Iceworm, inti itu disimpan di State University of New York, kemudian berpindah ke Institut Niels Bohr di Kopenhagen, menurut Andrew Christ, penulis utama studi.

"Bagian bawah inti es adalah bongkahan sedimen beku, dengan panjang sekitar 10 cm dan lebar 10 cm. Mereka menaruhnya di toples kue kaca dan menamainya 'Camp Century sub ice'," ujarnya.

Kemudian pada 2017, selama dilakukan inventaris kurator fasilitas, Jorgen Peder Steffensen mengenali sampel inti yang telah lama hilang. Dia segera menghubungi peneliti tentang pemeriksaan sedimen untuk pertama kalinya sejak 1960-an.

Saat mereka membilas tanah yang membeku untuk menyortirnya menjadi butiran dengan ukuran berbeda, mereka melihat benda hitam kecil mengambang di air. Christ meletakkan beberapa benda yang mengambang di bawah mikroskop.

"Ada fosil ranting dan daun di sedimen beku ini. Cara terbaik untuk mendeskripsikannya adalah dikeringkan dengan cara dibekukan. Saat kita mengeluarkannya dan memberi sedikit air padanya, mereka seperti terbuka, sehingga tampak seperti mati," jelasnya.