Ada Peran Penting Legenda di Balik Bangkitnya Marc Marquez

·Bacaan 2 menit

VIVA – Tim Repsol Honda akhirnya berhasil kembali menghuni podium tertinggi MotoGP untuk pertama kali sejak November 2019. Itu setelah pembalap andalannya Marc Marquez sukses menjuarai balapan MotoGP Jerman 2021, pada akhir pekan kemarin.

Usai balapan, Marc Marquez mengatakan, bahwa dukungan dari orang-orang terdekat menjadi faktor keberhasilannya sejauh ini, termasuk legenda balap motor Mick Doohan yang sangat membantunya untuk kembali bangkit.

"Ketika saya cedera, saya selalu merasa bahwa saya akan kembali dengan sangat kuat. Tapi, sejak pertama kali balapan di Portimao, saya bilang 'oke, saya sangat jauh dari level saya'," kata Marc Marquez, seperti dikutip Crash, Senin 21 Juni 2021.

"Sejak saat itu sangat sulit. Balapan berikutnya bahkan lebih sulit. Tapi, saya melupakan segalanya dan fokus pada sisi pribadi dan profesional saya. Ketika saya mengatakan melupakan segalanya, itu merupakan soal komentar-komentar dari luar," ujarnya.

Lebih lanjut, Marc Marquez menambahkan, bahwa Mick Doohan yang merupakan juara dunia lima kali itu memberikan semangat kepadanya tang bisa tampil maksmimal setelah kembali dari cedera.

"Saya hanya mendengarkan orang-orang yang ingin membantu saya, dan saya mencoba menemukan sesuatu atau beberapa komentar yang membantu saya termasuk telepon dari Mick Doohan. Syaa bertemu dia di Mugello dan saya tahu dia punya situasi serupa di tahun 1992 dan 1993," ucapnya.

"Saya melakukan panggilan telepon selama 30 menit dengannya dan saya hanya mendengarkan, dia berbicara segalanya. Dia menjelaskan tentang situasinya, tetapi juga menjelaskan situasi tentang saya," ungkapnya.

Marc Marquez juga mengakui, apa yang dikatakan Doohan kepada dirinya sama seperti apa yang saat itu dirasakannya. Legenda balap motor asal Australia itu pernah mengalami nasib serupa seperti Marc Marquez.

Pada 1992, Doohan pernah mengalami kecelakaan yang membuatnya cedera. Namun kemudian, Doohan mampu memenangkan lima gelar juara dunia berturut-turut dari musim 1994 hingga 1998.

"Itu adalah masalah yang sama persis seperti memahami motor, yakni tidak membalap seperti yang Anda inginkan, menghindari kesalahan dan tabrakan bodoh, saat balapan Anda cepat, tapi di latihan lebih lambat, dan Anda tidak tahu mengapa," ucapnya.

"Semua masalah itu, saya miliki pada tahun ini. Kemudian, dia menjelaskan dan pernah mengalaminya di masa lalu," ujar pembalap asal Spanyol tersebut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel