Ada 'Perjanjian Darah' di Liga Super Eropa

Muchamad Syuhada
·Bacaan 1 menit

VIVALiga Super Eropa membuat heboh dunia sepakbola, khususnya di Eropa. 12 tim besar muncul dengan wacana menggulirkan kompetisi anyar yang disebut-sebut mau menyaingi Liga Champions.

Pada Minggu 18 April 2021, pengumuman dilakukan. Orang nomor satu di Real Madrid, Florentino Perez, didapuk menjadi presiden kompetisi dan bos Juventus, Andrea Agnelli, merupakan salah satu wakilnya.

Ide tersebut sontak membuat publik heboh. UEFA dan FIFA menolak tegas dan siap menjatuhkan sanksi kepada para peserta. Sementara pemain hingga fans memprotes keras langkah yang diambil klub-klub tersebut.

Digoyang dari segala sisi, akhirnya beberapa klub menyatakan mundur. Dia mulai dengan Manchester City, kemudian enam tim Premier League yang tadinya menyatakan siap tampil.

Inter Milan, AC Milan, Atletico Madrid, dan Barcelona diyakini juga segera menyusul. Tinggal Juventus serta Real Madrid yang belum terdengar mau menyurutkan langkahnya.

Pada Selasa malam 20 April 2021, pihak Liga Super Eropa, mengeluarkan pernyataan bahwa kompetisi itu ditangguhkan. Sudah jelas alasannya adalah karena 12 klub yang sempat menyebut diri mereka founding club telah pecah kongsi.

Situasi yang bertolak belakang dengan pernyataan Agnelli beberapa waktu lalu bahwa komitmen dari para tim peserta merupakan modal utama dari digelar Liga Eropa. Apalagi mereka sudah seperti melakukan perjanjian darah satu sama lain.

"Ada perjanjian darah antara setiap klub. Kami akan melangkah ke depan. Proyek ini memiliki peluang sukses 100 persen," kata Agnelli belum lama ini dikutip Football Italia.