Ada PPKM, Bank Mandiri Ramal Ekonomi RI 2021 Cuma Tumbuh 3,7 Persen

·Bacaan 2 menit

VIVA – PT Bank Mandiri Tbk merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini. Penurunan proyeksi tersebut dilakukan seiring dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM darurat dan level 4.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengungkapkan revisi ini dilakukan karena PPKM darurat akan langsung menekan tingkat konsumsi masyarakat, sehingga memengaruhi pemulihan ekonomi nasional.

"PPKM tersebut akan memengaruhi pemulihan ekonomi terutama penurunan konsumsi rumah tangga," kata dia saat konferensi pers, Kamis, 29 Juli 2021.

Baca Juga: Analisa Arcandra Soal Tesla Pilih Nikel dari Australia Ketimbang RI

Dalam proyeksi yang dilakukan Bank Mandiri, Darmawan mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia semula diproyeksikan 4,4 persen, namun kini kisaran proyeksinya menjadi turun di level 3,7 persen secara tahunan.

"Semula diproyeksikan tumbuh 4,4 persen. Dengan adanya PPKM masih tetap diproyeksikan tumbuh, namun kisarannya sedikit turun menjadi 3,7 persen," tegas dia.

Secara rinci, Bank Mandiri memperkirakan pada kuartal II-2021 pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan sebesar 6,87 persen akibat PPKM darurat. Sebelumnya diperkirakan bisa tumbuh 7,04 persen.

Kemudian, pada kuartal III-2021 diperkirakan hanya mampu tumbuh sebesar 3,74 persen. Angka proyeksi tersebut jauh dari perkiraan sebelum adanya PPKM darurat atau level 4 di level 3,74 persen.

Sementara itu, pada penghujung tahun atau hingga kuartal IV-2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan hanya akan tumbuh sebesar 5,04 persen. Jauh lebih rendah dari perkiraan sebelum PPKM darurat di level 5,41 persen.

Ke depan, Darmawan memperkirakan, faktor positif yang dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi adalah progres vaksinasin yang baik. Sampai 21 Juli 2021 menurutnya vaksinasi sudah dilakukan ke 20,8 persen populasi.

Selain itu, Darmawan mengatakan, perekonomian juga akan didorong oleh kegiatan ekspor impor yang sudah tumbuh positif selama semester I ini dan mencatatkan surplus neraca perdagangan.

"Di sisi lain pertumbuhan kredit perbankan nasional juga sudah tumbuh positif sebesar 0,59 persen secara year on year di Juni 2021 ini," ungkap dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel