Ada PPKM Darurat, Pertumbuhan Ekonomi 2021 Diproyeksi Cuma 3,7 Persen

·Bacaan 1 menit
Pemandangan deretan gedung dan permukiman di Jakarta, Rabu (1/10/2020). Meski pertumbuhan ekonomi masih di level negatif, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut setidaknya ada perbaikan di kuartal III 2020. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi melambat di 2021. Penyebabnya ialah meningkatnya laju penyebaran Covid-19 di pertengahan tahun, yang membuat pemerintah menerapkan PPKM darurat.

Dalam bahan paparan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang disampaikan di rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Senin (12/7/2021), pertumbuhan ekonomi tahun ini diproyeksi berada di kisaran 3,7 hingga 4,5 persen saja, lebih rendah dari prediksi sebelumnya yaitu 4,5 hingga 5,3 persen.

"Pertumbuhan ekonomi semester I sekitar 3,1-3,3 persen dan keseluruhan tahun diproyeksi 3,7-4,5 persen setelah menyesuaikan dinamika lonjakan kasus Covid-19 sejak pertengahan Juni," demikian dikutip Liputan6.com.

Kemudian, dengan adanya PPKM darurat, tingkat konsumsi masyarakat diproyeksi melambat. Pemulihan ekonomi akan tertahan dan pertumbuhan ekonomi kuartal III diprediksi melambat ke 4-5,4 persen.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memaparkan, ekonomi 2021 diproyeksi hanya mencapai 3,8 persen setelah penerapan PPKM darurat.

Sebelumnya, BI meramalkan pertumbuhan ekonomi tahun ini berada di rentang 4,1-5,1 persen, turun dari proyeksi awal 4,3-5,3 persen.

"Asessment BI sementara dengan sebulan pelaksanaan PPKM Darurat maka pertumbuhan ekonomi diperkirakan 3,8 persen. Kita terus monitor perkembangannya secara keseluruhan," kata Perry.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel