Ada Provokasi dan Upaya Membela Diri, Berikut 6 Fakta yang Diungkap Pihak Iko Uwais Terkait Dugaan Pengeroyokan

Fimela.com, Jakarta Setelah ramai menjadi bahan perbincangan, aktor Iko Uwais akhirnya membuat klarifikasi soal dugaan tindak penganiayaan yang dilaporkan seorang bernama Rudy. Diwakili kuasa hukumnya, pihak Iko Uwais lantas mengungkap secara detil sejumlah fakta yang melatarbelakangi laporan Rudy ke Polres Metro Bekasi Kota pada Sabtu (11/6/2022) malam.

Leonardus Sagala, kuasa hukum Iko Uwais membenarkan jika permasalahan kliennya dengan Rudy dilatarbelakangi urusan kerjasama Iko Uwais selaku pengguna jasa desain interior yang ditawarkan Rudy. Namun, pernyataan Rudy yang menyebut Iko Uwais menghindar saat ditagih pembayaran jasa desain interior pun dengan tegas dibantah oleh kuasa hukumnya.

"Di dalam laporannya (Rudy) sebagaimana dirilis di dalam media menyatakan bahwa klien kami menolak untuk melakukan pembayaran atas invoice yang telah dilakukan dan bahkan melakukan pengeroyokan terhadap dirinya. Fakta yang sebenarnya terjadi adalah klien kami berusaha mencari tahu keberadaan Rudy ini karena dia ini tidak melakukan penyelesaian terhadap pekerjaan, kewajibannya dia sesuai dengan perjanjian," kata Leonardus Sagala saat konferensi pers.

Lebih lanjut, Leo juga menjelaskan, "Rudy ini kan mengaku sebagai desain interior. Setelah mendapatkan penawaran, klien kami tertarik. Akhirnya dibuat kesepakatan, di mana Rudy ini akan menyediakan jasa interior dengan kesepakatan Rp300 juta. Klien kami sudah melakukan pembayaran terhadap termin I dan termin II dengan total pembayaran Rp150 juta. Nah, ternyata setelah klien kami bayar Rp150 juta pun tetap tidak menyelesaikan pekerjaan, bahkan dia cenderung lari dari tanggung jawab. Ketika klien kami menanyakan, dia tidak mendapatkan respon yang baik," lanjutnya kemudian.

Selain inti permasalahan, Leo bersama tim kuasa hukum yang lain pun membeberkan sejumlah fakta lain. Berikut rangkumannya.

Ada Provokasi

Sebelum Iko Uwais dikenal sebagai aktor laga, ia dikenal sebagai atlet Pencak Silat Indonesia. Dari banyak prestasinya itu, ia lantas di dapuk bermain dalam film Merantau pada tahun 2009 silam. (Adrian Putra/Bintang.com)
Sebelum Iko Uwais dikenal sebagai aktor laga, ia dikenal sebagai atlet Pencak Silat Indonesia. Dari banyak prestasinya itu, ia lantas di dapuk bermain dalam film Merantau pada tahun 2009 silam. (Adrian Putra/Bintang.com)

Leonardus Sagala membenarkan Iko Uwais dan Rudy bertemu sesaat sebelum kejadian. Di hari itu, Iko Uwais menurut Leonardus berupaya untuk membicarakan penyelesaiaan masalah dengan Rudy secara baik-baik. Namun yang terjadi, Leo menyebut jika pihak Rudy lah yang lebig dulu melakukan provokasi terhadap kliennya.

"Justru pihak Rudy yang telah melakukan provokasi. Jadi pada saat kejadian, klien kamiu itu mencoba untuk mengambil foto atau video yang membuktikan saudara Rudy ini ada di rumah. Nah, ternyata suadara Rudy mengatahui dan dia keberatan, dia teriak ke klien kami, dia memaki klien kami dan keluarga. Melihat respon dari Rudy dan istri, klien kami berusaha untuk balik ke rumah agar tidak menjadi keributan yang berkepanjangan. Ternyata, istri nya Rudy ini tidak berhenti di situ, dia tetap merekam, dia memaki-maki lalu mengancam akan memviralkan. Karena ada kejadian seperti itu, akhirnya klien kami secara spontan berusaha untuk menghentikan perekaman itu karena ini berpotensi merusak nama baik klien kami," paparnya.

Lebih Dulu Diserang

Iko Uwais, Headshot, image: indiewire
Iko Uwais, Headshot, image: indiewire

Lebih lanjut, Leonardus juga memaparkan jika saat Iko Uwais berupaya menghentikan perekaman yang dilakukan, pihak Rudy lantas menyerang kliennya tersebut. Saat itu, Iko menurut Leo pun masih berusaha untuk menahan diri agar tak terjadi keributan yang lebib besar.

"Justru Rudy ini melakukan penyerangan, menendang bagian sisi kiri klien kami. Setelah mendapatkan tendangan tersebut, Bang Iko tidak melakukan perlawanan, dia masih berusaha menahan diri, sampai Rudy ini berusaha membanting, sia angkat kakinya, berusaha banting," lanjut Leonardus.

 

Membela Diri

Iko Uwais menyelamati Yayan Ruhian yang merilis film Ben & Jody. (Foto: Rio Motret dari Instagram @iko.uwais)
Iko Uwais menyelamati Yayan Ruhian yang merilis film Ben & Jody. (Foto: Rio Motret dari Instagram @iko.uwais)

Mendapat serangan yang demikian, akhirnya Iko Uwais menurut Leonardus berupaya untuk melakukan perlawanan. Bukan untuk mencederai, namun ia menegaskan jika apa yang dilakukan Iko Uwais itu dalam rangka membela diri.

"Karena klien kami dalam posisi terjepit, dia harus melakukan pembelaan diri. Nggak mungkin orang mau dipukul tapi diam terus, melawan lah, melakukan pembelaan diri dengan cara menggeser kakinya dan akhirnya Rudy ini terjatuh," terangnya.

Dilerai

Iko Uwais. (Foto: Dok. Instagram @iko.uwais)
Iko Uwais. (Foto: Dok. Instagram @iko.uwais)

Melihat kondisi yang demikian, Leonardus melanjutkan jika Firmansyah, salah satu terlapor yang disebut melakukan pengeroyokan bersama Iko Uwais dalam laporan Rudy pun berupaya melerai.

"Posisi klien kami yang F ini, dia bukan dalam posisi menyerang atau memukul Rudy, dia melerai. Justru pada saat dia melerai inilah Rudy mau memukul kepala klien kami, F. Nah, melihat kondisi itu, ya otomatis klien kami, Bang Iko berusaha untuk menyelamatkan saudara nya, ditendang sebagai bentuk pembelaan," tuturnya.

"Ini harus ditegaskan, sebagai bentuk pembelaan, bukan dalam maksud mencederai atau melukai suadara Rudy. Kalau tujuannya untuk mencederai atau mengeroyok, harusnya begitu Rudy ini jatuh, dipukulin dong. Tapi ini nggak, dibiarkan. Karena memnag sejak awal tujuannya bukan untuk melakukan pengeroyokan atau pemukulan dalam rangka mencederai," tambah Leonardus Sagala.

Iko Uwais Alami Luka

(Instagram/iko.uwais)
(Instagram/iko.uwais)

Lenoardus Sagala juga menegaskan bahwa kliennya, dalam hal ini Iko Uwais mengalami luka-luka atas serangan yang dilancarkan pihak Rudy di awal pertikaian. Setidaknya, Leo menyebut jika Iko Uwais mengalami luka di bagian tubuh sebelah kiri dan sudah melakukan visum di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

"Jadi, di sisi kiri klien kami itu ada luka. Kami juga ada bukti fotonya," tegasnya.

Buat Laporan Polisi

Iko Uwais saat ditemui di Hotel Fairmont, Senayan Jakarta, Jumat (1/4/2022)
Iko Uwais saat ditemui di Hotel Fairmont, Senayan Jakarta, Jumat (1/4/2022)

Dan, dengan fakta yang demikian, pihak Iko Uwais pun sudah melakukan pelaporan balik atas Rudy dengan dua dugaan sekaligus. Selain penganiayaan yang menyebabkan luka, Iko Uwais juga melaporkan Rudy atas dugaan pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya.

"Saat ini sedang sudah kami lakukan upaya hukum atas perbuatan itu. Ini kan ada tindakan kekerasan yang dilakukan oleh saudara Rudy dan tindakan mencemarkan nama baik yang diduga dilakukan Rudy bersama istrinya, atas dua perbuatan ini, ini sudah pasti merugikan klien kami. Karena klien kami dirugikan, maka klien kami memutuskan permalam hari ini memutuskan untuk menggunakan haknya untuk membuat laporan di Polda Metro dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 KUHP dan tindak pidana pencemaran nama baik, sebagaimana dimaksud dalam pasal 310 dan 311 KUHP," pungkasnya.

 

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel