Ada Putri Diana, 2 Teori Konspirasi Ini Kabarnya Paling Menggemparkan Sepanjang Masa

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Masih ingatkah dengan sosok Putri Diana? Pernikahannya dengan Pangeran Charles menjadi idaman semua orang karena seperti cerita dalam dongeng.

Seandainya berlanjut, pernikahan dongeng Putri Diana dan Pangeran Charles berusia 40 tahun, jatuh bulan ini tepatnya pada 29 Juli. Bahkan dijuluki khalayak sebagai wedding of the century alias pernikahan abad ini.

Tetapi bagi Pangeran Charles dan Lady Diana Spencer, semuanya berakhir dengan air mata, tuduhan dan tragedi, dengan efek samping yang masih dirasakan oleh para bangsawan Inggris hingga hari ini.

Putri Diana dan Pangeran Charles bercerai karena isu perselingkuhan. Setelah satu tahun bercerai, Diana mengalami kecelakaan mobil Bersama kekasihnya. Berakhir tragis dengan kematiannya.

Lika-liku kehidupan Putri Diana ternyata menjadi salah satu teori konspirasi yang konon paling menggemparkan sepanjang masa.

Berikut ini dua teori konspirasi -- salah satunya soal Putri Diana-- paling heboh dikutip dari elt.oup.com, Kamis (29/7/2021):

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Kematian Putri Diana Bersama Dodi Fayed

Putri Diana (PATRICK RIVIERE / AFP)
Putri Diana (PATRICK RIVIERE / AFP)

Kabar kedekatan Putri Diana dan kekasihnya Dodi Fayed sudah tidak disembunyikan lagi. Pada 1997, Diana dan Dodi sedang berada di Paris, saat itu Dodi berencana melamar Diana. Namun, musibah menimpa mereka karena kecelakaan mobil di terowongan Place de L’Alma.

Saat berita duka ini terdengar, situs konspirasi Diana muncul untuk pertama kalinya di internet Australia. Hanya selang beberapa jam setelah kematiannya, diperkirakan ada 36.000 situs konspirasi Diana.

Mulai dari konspirasi yang mengatakan bahwa kematian Diana adalah plot MI6 untuk melindungi monarki. Ada pula yang mengatakan bahwa Diana, Putri Wales tidak meninggal karena kecelakaan mobil di Paris.

Melainkan Diana dan Dodi memalsukan kematian mereka agar bisa hidup dengan damai di sisa hidupnya.

Lalu, konspirasi ini juga mengatakan bahwa Diana sudah muak dengan tekanan dalam kehidupan kerajaan, sehingga mereka memalsukan kematiannya dan tinggal di sebuah pulau kecil, berkomunikasi dengan anaknya menggunakan video konferensi.

Konspirasi ini dipercaya karena mereka tidak pernah benar-benar melihat jasad Diana Dodi.

Kemudian, Paul Burrell, mantan kepala pelayan Putri Diana mengklaim bahwa Diana sudah meramalkan kematiannya dalam kecelakaan mobil.

Diana sudah merasakan bahwa plot sedang dibuat oleh anggota keluarga kerajaan dalam kecelakaan Diana agar Pangeran Charles bisa menikah lagi.

2. Tidak Ada Pendaratan di Bulan, Semuanya Palsu

Cuplikan dari video pendaratan di bulan yang langka. Dok: Sotheby's
Cuplikan dari video pendaratan di bulan yang langka. Dok: Sotheby's

Konspirasi ini mengatakan bahwa astronot Neil Amstrong tidak membuat ‘lompatan raksasa bagi umat manusia’. Pendaratan di Bulan pada 1969 hanyalah akal-akalan Amerika untuk memenangkan perlombaan angkasa luar.

Puncak konspirasi ini saat televisi Fox menyiarkan program berjudul Apakah Kita Mendarat di Bulan pada 15 Februari 2001.

Acara tersebut mengatakan bahwa seluruh pendaratan di Bulan telah dilakukan dalam sebuah studio film di pangkalan militer AS di gurun Mojave.

Kemudian para progamer mengklaim beberapa pernyataan. Pertama, bendera AS yang ditanam dipermukaan Bulan terlihat berkibar, padahal tidak ada angin di Bulan.

Kedua, foto yang diambil oleh para astronot pada malam hari, tidak ada bintang yang memukau.

Ketiga, banyangan dalam gambar yang berasal lebih dari satu sudut, di mana satu-satunya sumber cahaya adalah matahari. Oleh karena itu, bayangan tersebut mustahil terjadi di Bulan.

Terakhir, salah satu batu Bulan yang dibawa Kembali oleh astronot Apollo ditandai dengan huruf ‘C’ lebih tampak seperti properti film.

Namun, para ilmuwan dengan tegas sepakat bahwa ahli konspirasi itu tidak memiliki permulaan sebuah kasus. Mereka benar-benar percaya bahwa astronot pergi ke Bulan.

Reporter: Cindy Damara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel