Ada Serabi Banting dan Bebek Djontor

TEMPO.CO, Jakarta - Bagi pecinta kuliner di wilayah selatan Jakarta, Depok dan sekitarnya, ada Festival Kuliner Cinere pada  30 November – 2 Desember 2012 nanti, di Sentra Bazar Cinere, Depok. Ada menu dengan nama nama unik seperti, Bebek Djontor Malioboro, Serabi Banting, Nasi Pincuk Riweuh, Bakso Gadjah, dan Bubur Pelangi.

Berbagai jajanan dan masakan khas Nusantara ini juga menampilkan menu Bebek Kaleo, Sate Bakar Sute, Kedai Kinasih, Pempek Nonny, Dawet Cah Banjar, Kedai Kepiting, dan Warung Mbok Dengkleng. Ada seratus gerai makanan yang bergabung. Memenuhi petualangan rasa dan keingintahuan kuliner nusantara.  

Dalam festival ini juga dibuka peluang bisnis bagi pengunjung yang ingin memulai bisnis makanan dengan sistem waralaba. »Mereka yang tertarik membuka usaha makanan, bisa melakukan survei sekaligus berbincang dengan pengelolanya. Festival ini diikuti pengusaha makanan mengusung konsep waralaba,” kata Andreas Slamet, Direktur Property Management BSA Land dari Sentra Bazar Cinere, selaku penyelenggara festival kuliner. Andreas menargetkan festival kuliner Cinere akan dihadiri sekitar 10 ribu orang per hari.

Di area festival, pengunjung bisa menyaksikan berbagai acara pendukung, mulai dari live music, ajang kumpul komunitas, sampai lomba shuffle yang dibagi dalam beberapa kategori. Banyaknya acara ini agar festival menjadi wisata bagi para anggota keluarga.

Sentra Bazar Cinere memiliki konsep pasar modern, pasar segar yang dikembangkan dengan konsep ruangan ber-AC. Di lantai pertama terdapat kios-kios yang menjual aneka pakaian, aksesoris, interior, dan food court.

Di lantai atas terdapat kios dan sekitar 100 lapak yang menjual aneka kebutuhan sehari-hari, mulai dari sayur, daging, ikan, ayam, buah, bumbu dapur, sampai beras. Selain, tempat bermain anak dan ruang terbuka untuk menyelenggarakan berbagai acara, mulai dari seminar, pertunjukan musik.  Meski ber-AC, pengunjung tetap bisa melakukan tawar menawar seperti layaknya di pasar tradisional.

EVIETA FADJAR

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.