Ada Sinyal Reinkarnasi Lancer Evolution

·Bacaan 1 menit

VIVAMitsubishi memiliki satu mobil yang jadi ikon di dunia otomotif global, yakni Lancer Evolution. Kendaraan berjenis sedan ini memiliki begitu banyak penggemar, di seluruh negara.

Nama Lancer Evo mulai tenar, saat hadir pertama kali pada 1992. Ada 10 generasi dari mobil ini, hingga Mitsubishi akhirnya memutuskan untuk menyudahi produksi Lancer di 2016.

Semua generasi Lancer Evo memiliki satu kesamaan, yakni disematkan mesin empat silinder berkapasitas 2.000cc dengan tambahan turbocharger. Tenaga yang dihasilkan diteruskan oleh transmisi, ke seluruh roda.

Generasi pertamanya menggunakan sasis Lancer, namun mengusung mesin milik Galant VR. Kombinasi ini menjadikan pembalap Tommi Makinen juara dunia empat kali berturut-turut di ajang World Rally Championship.

Ajang reli membuat nama Lancer Evo melanglang buana, sehingga mobil yang awalnya hanya dipasarkan di Jepang ini kemudian diekspor ke berbagai negara.

Dikutip VIVA Otomotif dari laman Thedrive, Jumat 2 Juli 2021, Chief Executive Officer merangkap Presiden Mitsubishi Motors, Takao Kato mengaku bahwa baru-baru ini ia mendapat masukan dari para pemegang saham untuk membangkitkan kembali mobil tersebut.

Hal itu diketahui, usai Kato menghadiri acara pertemuan dengan para pemegang saham yang digelar belum lama ini. Ia mengakui, ada permintaan untuk menghadirkan Lancer Evo melalui divisi Ralliart, dan nantinya mobil tersebut bisa kembali lagi ke ajang reli.

Meski demikian, Kato mengaku bahwa merupakan hal yang sangat berat untuk mewujudkan permintaan tersebut. Mengingat, saat ini perusahaan sedang fokus untuk menghasilkan keuntungan dari penjualan.

Selain itu, dana perusahaan juga dialokasikan untuk pengembangan teknologi ramah lingkungan, di mana Mitsubishi berencana mulai 2030 akan menjual semua model dalam varian electric vehicle atau mobil listrik.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel