Ada stok 9.000 ton, Bulog Sumbar: Aman untuk empat bulan ke depan

·Bacaan 2 menit

Kepala Badan Urusan Logistik Wilayah Sumatera Barat Tommy Despalingga menyatakan stok beras yang dimilikinya mencukupi kebutuhan penyaluran hingga empat bulan ke depan.

"Stok beras di Bulog Sumbar ada 9.000 ton dan itu cukup untuk penyaluran beras hingga empat bulan ke depan," kata dia di Padang, Sumbar, Sabtu.

Ia mengatakan minimal stok beras yang harus tersedia di Bulog harus bisa memenuhi kebutuhan penyaluran hingga tiga bulan ke depan.

"Bulog harus mempertahankan ketersediaan stok beras minimal 6.000 ton atau cukup untuk tiga bulan ke depan," ujarnya..

Di sisi lain, Tommy mengatakan target penyerapan beras di Bulog Sumbar adalah sebanyak 10 ribu ton pada 2021.

Hingga saat ini realisasi penyerapan beras di Bulog tersebut sudah mencapai 10 persen atau sekitar 1.000 ton dan sebagian besar didominasi oleh beras komersial.

Sedangkan, pada tahun lalu, realisasi penyerapan beras oleh Bulog Sumbar yakni 4 ribu ton dari target yang telah ditetapkan yakni 10 ribu ton.

Bulog Sumbar memiliki 19 unit gudang untuk penyimpanan beras. Untuk stok beras 9.000 ton itu disimpan di 11 unit gudang yang tersebar di berbagai wilayah Sumbar seperti Bukittinggi, Solok, Sijunjung, Payakumbuh, dan Padang.

Lebih lanjut, Tommy mengatakan untuk kapasitas gudang berbeda-beda tergantung besar kecilnya wilayah penyaluran.

"Untuk wilayah kerja atau penyaluran yang kecil, kapasitas gudang rata-rata 1.000 ton, namun untuk wilayah penyaluran besar seperti di Rawang Timur bisa hingga 10.500 ton, Pampangan 7.000 ton, dan Sago sekitar 2.000 ton," ucapnya.

Ia menambahkan untuk menjaga kualitas beras, pihaknya selalu melakukan perawatan sesuai dengan SOP setiap bulannya agar beras bisa tahan lama.

"Beras mesti disimpan di gudang yang suhunya 28 derajat Celsius. Gudang tidak boleh lembab atau terlalu dingin karena bisa menyebabkan berjamur. Terlalu kering juga tidak boleh karena beras bisa cepat susut karena kadar airnya berkurang," kata dia.

Baca juga: Bulog Sumbar manfaatkan beras lokal produksi beras bervitamin
Baca juga: Bulog Sumbar bagi-bagi "pabukoan" gratis
Baca juga: Sumbar surati Bulog terkait rastra tak laik