Ada Subsidi Ongkos Kirim, Harbolnas Ramadan Dipastikan Membludak

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Chairman & President Asosiasi Perencanan Keuangan International Association of Register Financial Consultant (IARFC) Indonesia, Aidil Akbar sangat mendukung program pemerintah memberikan subsidi ongkos kirim (ongkir) dalam program Hari Belanja Online Nasional Ramadan (Harbolnas Ramadan). Subsidi yang diberikan oleh pemerintah mencapai Rp 500 miliar.

Aidil menjelaskan, subsidi akan meningkatkan transaksi penjualan Harbolnas Ramadan. Menyusul adanya iming-iming penawaran bebas ongkir di tengah kondisi ekonomi sulit akibat pandemi Covid-19.

"Oh ya sudah pasti meningkatkan (transaksi), karena mendapatkan subsidi," ujarnya dalam acara Dialog Rabu Produktif bertajuk Langkah Tingkatkan Geliat Transaksi, Rabu (28/4/2021).

Apalagi, program subsidi ongkir pemerintah tersebut hanya berlaku untuk setiap transaksi pembelian produk-produk lokal. Sehingga diyakini mampu meningkatkan pendapatan pelaku usaha domestik yang terlibat dalam program Harbolnas Ramadan.

"Karena yang dibeli produk-produk buatan dalam negeri. Sehingga benar-benar terasa yang menyimpan dana bisa disalurkan dalam bentuk berbelanja barang dalam negeri tadi," terangnya.

Maka dari itu, dia menilai rencana pemerintah atas pemberian subsidi ongkos kirim sebesar Rp500 miliar untuk menyukseskan program Harbolnas Ramadan sudah tepat. Mengingat adanya ketentuan spesifik untuk meningkatkan penjualan produk lokal yang diberlakukan mulai tahun ini.

"Karena, kalau di akhir tahun kemarin kita sempat mengkritisi pemerintah ketika menggalakkan masyarakat belanja secara online, tapi yang dibelanjakan produk impor yang sama aja boong. Karena efek daya ungkitnya ke dalam perekonomian Indonesia tidak terasa secara langsung, hanya dinikmati oleh segelintir importir," bebernya.

Khusus Produk Dalam Negeri

Calon Konsumen membuka aplikasi situs belanja online di Kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019). Konsumen berburu diskon di salah satu situs jual beli online yang menawarkan beragam potongan harga khusus pada hari belanja online nasional (Harbolnas). (Liputan6.com/Johan Tallo)
Calon Konsumen membuka aplikasi situs belanja online di Kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019). Konsumen berburu diskon di salah satu situs jual beli online yang menawarkan beragam potongan harga khusus pada hari belanja online nasional (Harbolnas). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut, pemerintah akan menyiapkan anggaran sebesar Rp 500 miliar untuk mendukung hari belanja nasional. Anggaran tersebut akan digunakan untuk menyubsidi biaya ongkos kirim pembelian melalui platform online.

"Di mana untuk hari belanja nasional melalui online itu ditujukan untuk produk nasional dan pemerintah akan menyubsidi ongkos kirim sehingga pemerintah menyiapkan 500 miliar," katanya usai sidang rapat kabinet, Rabu (7/4/2021).

Menko Airlangga menegaskan, subsidi ongkos kirim tersebut kan berlaku jika masyarakat membeli produk-produk dalam negeri. Artinya jika, pembelian produk dari luar ongkos kirim tetap akan ditanggung pribadi bukan dari pemerintah.

"Diutamakan untuk produk dalam negeri, ongkir ditanggung Pemerintah dalam bentuk subsidi dan ongkir ini disiapkan Pemerintah dengan anggaran sebesar 500 miliar rupiah," katanya.

Hari belanja nasional untuk tahun ini dimulai pada H-10 sampai dengan H-5 Lebaran. Pemerintah berharap dengan pemberian subsidi ini produk penjualan UMKM Tanah Air bisa meningkat tajam. Sehingga akan mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: