Ada Subvarian Omicron, Menparekraf Optimis 70 Persen Wisman Tetap ke Bali

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengakui ada kekhawatiran kasus subvarian omicron BA.4 dan BA.5 berdampak pada pariwisata. Kasus omicron BA.4 dan BA.5 teridentifikasi di Bali.

Namun, dia tetap optimis selama masyarakat Bali disiplin protokol kesehatan varian baru itu bisa dilewati. Selain itu, dia menargetkan di akhir 2022 kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Bali bisa mencapai 70 persen.

"Tentunya kekhawatiran selalu ada. Tapi, saya optimis, ketika kita disiplin dan mengikuti arahan pemerintah kita bisa melewati varian baru ini. Seperti kita juga melewati varian-varian sebelumnya," kata Sandi, saat ditemui di Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-44, di Denpasar, Bali, Minggu (12/6).

Dia menyebut, untuk saat ini kunjungan wisatawan Nusantara ke Bali sudah mencapai 70 persen. Sedangkan kunjungan Wisman sudah 30 persen.

"Ini saya akan genjot di akhir tahun wisatawan Nusantara ke Bali (bisa) 100 persen (seperti) sebelum pandemi di tahun 2019. Dan mudah-mudahan bisa mencapai 50 sampai 70 persen untuk wisatawan mancanegara dan harapannya 1,1 juta lapangan kerja tercipta sebagai bagian daripada kepulihan ekonomi kita," katanya.

Sementara, terkait ditemukannya varian baru, dia menyebutkan hingga saat ini sedang mengevaluasi dan menunggu hasil identifikasi dari para ahli Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Satgas Covid-19.

"Sedang menunggu. Kita harus jaga momentum kebangkitan ini dengan memastikan kewaspadaan kita sesuai arahan pemerintah. Kita tunggu bagaimana varian baru ini, harus kita sikapi agar pandemi tetap terkendali," ujarnya.

Seperti yang diberitakan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali, menerangkan adanya empat kasus subvarian omicron baru BA.4 dan BA.5 yang teridentifikasi di Pulau Bali.

Empat kasus tersebut, rupanya ditemukan saat kegiatan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) yang digelar pada tanggal 23 hingga 28 Mei 2022, di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

"Memang ditemukan empat kasus itu. Kasus sebenarnya yang kita kirim itu waktu ada perserta delegasi GPDRR yang datang ke Nusa Dua, Bali," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom saat dihubungi, Jumat (10/6) malam.

Sementara, empat orang tersebut yaitu satu warga negara Indonesia (WNI) dan tiga warga negara asing (WNA). Untuk yang WNI berstatus sebagai panitia di GPDRR dari Jakarta. Sementara, tiga orang lainnya adalah Warga Negara Asing (WNA) dan mereka peserta di GPDRR di Bali yang berasal dari Amerika, Brazil dan Mauritius.

"Satu orang panitia itu dari Jakarta dan tiga orang itu adalah WNA. Waktu itu, (mereka) diceks di bandara, karena waktu itu kita tidak tau (varian baru) dan hasil PCR-nya positif dan langsung kita karantina di hotel. Lalu, spesimen yang positif itu kita kirim ke Kemenkes tanggal 26 Mei 2022 dan diceks lagi virusnya dan ternyata ada empat orang ditemukan varian baru," ungkapnya.

Namun, oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hasil tersebut baru dirilis tanggal 9 Juni 2022 dan yang terpapar subvarian omicron baru satu orang BA.4 dan tiga orang BA.5.

Dia juga menyebutkan setelah kasus terkonfirmasi positif Covid-19, mereka tidak mengikuti kegiatan dan dikarantina selama lima hari di hotel. Setelah itu, mereka diperiksa kembali dan dinyatakan negatif Covid-19, lalu langsung dipulangkan.

"Acara selesai, dicek ulang lagi sudah negatif, iya pulang ke negaranya," ujarnya. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel