Ada Tumpahan Minyak Diduga Milik Sriwijaya Air di Selatan Pulau Laki

Siti Ruqoyah, Kenny Putra
·Bacaan 1 menit

VIVA – Proses pencarian bangkai pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan 182 juga dilakukan melalui udara. TNI angkatan darat melakukan pencarian menggunakan pesawat CN-295, Super Puma NAS-332 dan EC-725 Caracal. Selain itu, TNI AU juga mengikut sertakan Boeing 737.

Proses pencarian melalui udara yang dimulai pada pukul 06.00 pagi dipimpin langsung oleh Asoops KSAU, Marsda TNI Henri Afiandi.

Marsda TNI Henri Afiandi mengatakan, proses pencarian yang dilakukan di titik lokasi terakhir sebelum pesawat Sriwijaya Air SJ 189 hilang kontak.

"Proses pencarian melalui udara dimulai dari ketinggian 1000 feet atau 3000 meter, kita melakukan penyisiran sebanyak empat kali. Dalam radius pencarian, tidak ada diketemukan benda-benda mencurigai, atau benda-benda besar," jelas Asoops, Marsda TNI Henri Afiandi.

Lebih lanjut, Marsda TNI Henri Afiandi menjelaskan di daerah selatan Pulau Laki, yang menjadi koordinat terakhir sebelum pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak ditemukan campuran air dan avtur.

"Jadi di selatan pulau laki tersebut, kita temukan anomali air laut. Campuran air dan minyak. Selain tu juga ada sampah-sampah, tapi kita belum bisa pastikan itu sampah laut atau memang dari pesawat SJ 182," tambah Marsda TNI Henri Afiandi.

Pencarian bangkai pesawat Sriwijaya Air melalui udara sendiri akan dilakukan sebanyak dua kali dalam satu hari. Namun nantinya akan disesuaikan dengan perkembangan proses pencarian.