Ada Vaksin, Piala Dunia U-20 Indonesia Belum Tentu Pakai Suporter

Satria Permana, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVAPiala Dunia U-20 2021 di Indonesia kemungkinan besar digelar saat pandemi virus corona COVID-19 memasuki fase akhir atau bahkan sudah hilang sama sekali. Itu didasarkan atas prediksi vaksin virus corona yang kemungkinan sudah bisa didistribusikan secara massal mulai Januari 2021 mendatang.

Cukup masuk akal, karena Piala Dunia U-20 baru digelar di Indonesia mulai 20 Mei hingga 12 Juni 2021. Kalau sudah dirilis, vaksin kemungkinan telah disebar secara merata.

Andai itu benar-benar terjadi, maka bukan tak mungkin Piala Dunia U-20 di Indonesia sudah bisa digelar dengan menghadirkan penonton.

Tapi, pemerintah Indonesia tak mau ambil risiko. Ditegaskan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, perkembangan mengenai pandemi virus corona masih harus dipantau lebih lanjut.

Protokol kesehatan tetap diberlakukan di Piala Dunia U-20 tahun depan, meski vaksin virus corona telah ditemukan. Artinya, suporter masih belum bisa bebas.

Menpora Zainudin Amali
Menpora Zainudin Amali

"Lihat perkembangan di periode Mei dan Juni. Seperti apa nantinya situasi. Apakah vaksin sudah merata didistribusikan atau seperti apa. Harapannya, sudah bisa dihadiri penonton dengan kapasitas terbatas, misalkan 50 persen," kata Amali dalam konferensi pers usai Rapat Terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Selasa 20 Oktober 2020.

Terkait pengawasan penerapan protokol kesehatan, pemerintah nantinya bakal memberikan kuasa kepada otoritas berwenang di Indonesia, dalam kaitannya bisa saja Satgas Penanganan COVID-19, yang bekerja sama dengan PSSI dan diasistensi FIFA.

Pun, dalam penyelenggaraannya nanti, Piala Dunia U-20 tak akan menggelar pesta meriah di upacara pembukaan. Cukup sambutan dari otoritas terkait yang akan menghiasi pembukaan Piala Dunia U-20.

"Upacara atau pembukaan, tak seperti Asian Games. Sesuai standar yang diberlakukan FIFA," terang Menko PMK, Muhadjir Effendy.