Ada Vaksinasi Covid-19, Pemulihan Ekonomi Baru Terasa di 2022

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Program vaksinasi nasional telah berjalan selama dua pekan. Staf ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Manajemen Krisis, Hengky Hotma Parlindungan Manurung mengatakan vaksin Covid-19 telah disuntikkan sebanyak 1,7 juta hingga akhir bulan. Angka ini pun akan terus bertambah seiring berjalannya waktu nanti.

"Saya lihat 1,7 juta bulan ini dan itu akan bertambah," kata Hengky dalam talk show virtual BNPB Indonesia bertajuk: Strategi Kebangkitan Pariwisata di Tengah Pandemi, Jakarta, Jumat (29/1).

Hengky memperkirakan vaksinasi ini akan berjalan dengan target 1 juta vaksin tersuntik setiap harinya. Sehingga sampai akhir semester I-2020 vaksin telah disuntikkan kepada 60 -70 juta masyarakat di Indonesia.

"Asumsi kita sampai semester satu ini sampai 60-70 juta vaksin," kata dia.

Diharapkan sampai akhir tahun vaksinasi ini sudah bisa selesai dilalkukan. Sehingga mulai tahun 2022, proses pemulihan khususnya di sektor pariwisata sudah bisa dimulai.

"Vaksin ini kunci kita siap pulih," kata dia.

Meski begitu Hengky tak mau menutup mata dari jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia yang telah tembus 1 juta. Fakta ini membawa dampak pemulihan ekonomi akan terjadi secara bertahap.

"Berarti pemulihan itu berlangsung bertahap," kata dia.

Dia meyakini proses pemulihan ekonomi bertahap ini dimulai sejak akhir tahun ini dan berlanjut di tahun 2022. "Kami percaya kita orang yang mampu melihat pemulihan tahun 2022, tapi sejak semester 2, pemulihannya bertahap," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Pemulihan Ekonomi RI Dinilai Lebih Cepat Dibanding Malaysia dan Singapura

Pemandangan deretan gedung dan permukiman di Jakarta, Rabu (1/10/2020). Meski pertumbuhan ekonomi masih di level negatif, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut setidaknya ada perbaikan di kuartal III 2020. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Pemandangan deretan gedung dan permukiman di Jakarta, Rabu (1/10/2020). Meski pertumbuhan ekonomi masih di level negatif, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut setidaknya ada perbaikan di kuartal III 2020. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pemulihan ekonomi Indonesia akibat pandemi Covid-19 dinilai akan lebih cepat dibandingkan beberapa negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. Penilaian tersebut berdasarkan hasil survei McKinsey.

"McKinsey pun melakukan survei yang memperlihatkan Indonesia akan mengalami pemulihan ekonomi yang jauh lebih cepat dibandingkan pemulihan ekonomi di negara tetangga khususnya Thailand, Malaysia dan Singapura," ujar Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir, Jakarta, Selasa (26/1).

Meski Indonesia selangkah di depan, negara yang akan lebih dahulu pulih nantinya adalah Vietnam. Sebab, negara tersebut memiliki jumlah kasus positif Covid-19 yang jauh lebih rendah. "Vietnam diekspektasikan bisa lebih cepat recoverynya dibanding Indonesia, karena jumlah kasus positif Covid lebih rendah. Sehingga dampak kontraksi ekonomi lebih rendah dibanding Indonesia," papar Silvano.

Sementara itu, pemulihan ekonomi di Singapura dan Malaysia lebih lambat akibat ketergantungan negara tersebut terhadap perdagangan luar negeri. Indonesia sendiri, sebagian besar menggantungkan ekonominya terhadap konsumsi dalam negeri.

"Berbeda dengan Singapura, Malaysia yang bergantung pada perdagangan luar negeri, perekonomian kita dominan bertumbuh pada domestik, konsumsi sehingga diyakini Indonesia lebih cepat untuk recovery," katanya.

Prediksi Ekonomi RI

Beberapa lembaga dunia seperti IMF dan World Bank memprediksi pergerakan ekonomi Indonesia 2021 akan positif. Adapun perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menurut lembaga tersebut adalah 5 persen.

"Kita lihat beberapa lembaga seperti IMF dan World Bank optimis pergerakan ekonomi Indonesia di 2021 akan positif setelah di tahun yang lalu mengalami kontraksi. Tetapi memang belum bisa mencapai level pertumbuhan pre Covid-19 Perkiraan pertumbuhan 2021 kisaran sampai 5 persen. Menurut saya ini level yang cukup baik untuk menjadi awal dari recovery," tandas Silvano.

Anggun P. Situmorang

Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: