Ada Yang 11 Gol, Ini 5 Hujan Gol di Liga Inggris : Termasuk Penggundulan Arsenal di Markas Manchester United

·Bacaan 5 menit

Bola.com, Jakarta - Liga Inggris terkenal memiliki sisi entertainment tinggi. Satu di antaranya adalah momen hujan gol dalam satu pertandingan, terutama ketika brand Liga Inggris menjadi Premier League.

Yup, sepanjang sejarah Liga Inggris 'modern' sejak 1992, beberapa pertandingan berakhir dengan skor fantastis. Ada duel yang selesai dengan menghasilkan 10 gol, bahkan ada yang sebelas gol.

Artinya, sisi produktivitas membuat nuansa Liga Inggris menjadi lebih menggembirakan dan kompetitif. Apalagi, setiap gol berawal dari proses yang cenderung brilian, tak sekadar sepakan penalti.

Nah, sembari menunggu bergulirnya Liga Inggris pada akhir pekan ini, yuk bernostalgia dengan skor-skor besar. Satu di antaranya melibatkan Manchester United dan Arsenal, serta tim-tim besar lain.

West Bromwich Albion 5 - 5 Manchester United (2012/2013)

Ilustrasi logo Manchester United (Business of Soccer)
Ilustrasi logo Manchester United (Business of Soccer)

Pertandingan Liga Inggris 2012/2013 antara Manchester United dan West Bromwich menjadi saksi saling kebut. Laga ini layak masuk memori, karena menjadi bagian dari musim terkahir Sir Alex Ferguson menangani Manchester United.

Sebelum pertandingan, Ferguson mendapatkan Guard of Honor dari para pemain Manchester United dan West Bromwich. Sambutan yang meriah bagi Ferguson juga tampaknya menjadi pertanda kalau akhir sang gaffer akan ditutup dengan kegembiraan.

Pertandingan itu sudah tidak menghadirkan ketatnya kompetisi, namun Manchester United terlihat ngotot. Laga berjalan enam menit, Shinji Kagawa sudah menggetarkan gawang West Bromwich melalui umpan Chicharito.

Selisih dua menit, Manchester United menambah skor melalui gol bunuh diri Jonas Olsson. The Red Devils tidak berpuas diri setelah Alexander Buttner menciptakan gol pada menit ke-30.

Manchester United unggul tiga gol dan terlihat akan menang mudah atas tuan rumah. Tapi West Bromwich mulai menghadirkan kejutan ketika menit 40, James Morrison menggetarkan gawan Manchester United. Skor 3-1 untuk Manchester United, bertahan hingga turun minum.

Gol yang dibuat Morrison memberikan stimulus bagi penggawa The Baggies. Terbukti, pada menit ke-50, West Bromwich kembali menciptakan gol melalui tendangan Romelu Lukaku. Skor 2-3 membuat pertandingan menjadi semakin ketat.

Manchester United menambah gol via Robin Van Persie pada menit ke-53. Lalu Javier Hernandez mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-63. Pertandingan tampaknya akan ditutup dengan kemenangan United.

Akan tetapi, di depan ribuan pendukungnya, West Bromwich menolak menyerah begitu saja. Romelu Lukaku kembali merobek gawang Manchester United pada menit ke-81. Menit bermain belum menyentuh angka 82, Youssouf Mulumbu sudah kembali menggetarkan gawang United. Skor berubah menjadi 4-5.

Para pemain West Bromwich semakin bersemangat setelah gol yang diciptakan Mulumbu. Lagi-lagi, Lukaku menciptakan gol ketiganya di menit ke-86, skor berubah menjadi 5-5 sekaligus menjadi gol terakhir di pertandingan tersebut.

Arsenal 7 - 3 Newcastle United (2012/2013)

Theo Walcott setelah mencetak gol ke gawang Newcastle United pada 2012. (Arsenal).
Theo Walcott setelah mencetak gol ke gawang Newcastle United pada 2012. (Arsenal).

Para suporter The Gunners mungkin tidak akan pernah melupakan kemenangan terbesar klub mereka saat bertemu Newcastle United pada 2012/2013. Pertandingan ini juga menjadi ajang panggung bagi Theo Walcott, yang saat itu kontraknya akan segera berakhir.

Walcott perlu menunjukan kemampuan terbaiknya demi membuktikan kalau dia perlu menjadi bagian rencana Arsene Wenger. Hal tersebut terbukti setelah menciptakan hattrick dan dua assit.

Penampilan Walcott yang sangat memukau ditunjukannya ketika ia berhasil melewati empat pemain bertahan Newcastle. Aksi brilian itu berakhir menjadi gol ketiganya di pertandingan tersebut.

Theo Walcott mampu menciptakan tiga gol pada menit ke-20, 73', dan 91'. Selain itu, gol lainnya diciptakan Oxlade Chamberlain (50'), Lukas Podolski (64') dan dua gol Olivier Giroud (81' dan 87').

Sebenarnya, Newcastle memberikan perlawanan. Mereka sempat membuat skor sama kuat 3-3. Tiga gol Newcastle lahir via Demba Ba pada menit ke-43 dan 69', serta satu gol melalui Sylvian Marveaux (59').

Manchester United 8 - 2 Arsenal (2011/2012)

Kegembiraan winger Manchester United Park Ji-Sung usai menjebol gawang Arsenal dalam big-match Liga Premier di Old Trafford, Manchester, 13 Desember 2010. AFP PHOTO/ANDREW YATES
Kegembiraan winger Manchester United Park Ji-Sung usai menjebol gawang Arsenal dalam big-match Liga Premier di Old Trafford, Manchester, 13 Desember 2010. AFP PHOTO/ANDREW YATES

Arsenal pernah mendapat rasa malu luar biasa di markas Manchester United, Stadion Old Trafford. Manchester United menghancurkan The Gunners dengan skor 8-2 di awal musim 2011/2012.

Pemain yang menjadi sorotan adalah Wayne Rooney, karena berhasil menciptakan hattrick. Wazza mengawal Manchester United memberikan kekalahan terburuk bagi Arsenal.

Pasukan Arsene Wenger hanya bisa pasrah dan puas dengan dua gol yang diciptakan Theo Walcott pada tiga menit injury time babak pertama dan Robin Van Persie (74').

Danny Welbeck membuka keunggulan Manchester United pada menit ke-22. Kemudian Asley Young mencetak dua gol (28' dan 91'), lalu Wayne Rooney (41', 64', dan penalti 82'). The Red Devils yang kejam terus menambah skor berkat gol Nani (67') dan Park Ji Sung (70').

Tottenham Hotspur 9 - 1 Wigan Athletic (2009/2010)

Selebrasi gol striker Tottenham Hotspur Peter Crouch ke gawang Portsmouth dalam lanjutan Liga Premier yang berlangsung di White Hart Lane, London, 27 Maret 2010. AFP PHOTO / IAN KINGTON
Selebrasi gol striker Tottenham Hotspur Peter Crouch ke gawang Portsmouth dalam lanjutan Liga Premier yang berlangsung di White Hart Lane, London, 27 Maret 2010. AFP PHOTO / IAN KINGTON

Tottenham Hotspur pernah menang dengan skor besar, yakni ketika membantai Bristol Rovers dengan skor 9-0 pada 1977. The Lilywhites kembali membuat skor tinggi kala menghancurkan Wigan Athletic dengan skor 9-1 pada 2009/2010.

Tottenhan Hotspur membuka skor dalam 10 menit via satu gol luar biasa dari Peter Crouch. Jermain Defoe mencetak trigol pada menit 51', 54' dan 58'. Lalu, Defoe berhasil mencetak dua gol lagi di menit ke-69 dan 87'.

Pertandingan tampaknya terlihat mudah bagi Tottenham, mereka kembali menambah gol melalui Aaron Lennon pada menit ke-64, David Bentley (88') dan gol penutup dari Niko Kranjcar (94'). Sementara itu, Wigan hanya berpuas diri dengan menciptakan satu gol via Paul Scharner (57').

Tottenham Hotspur 6 - 4 Reading (2007/2008)

Ilustrasi pertandingan Tottenham Hotspur.
Ilustrasi pertandingan Tottenham Hotspur.

Pertarungan yang mempertemukan Tottenham dengan Reading ini adalah pertandingan yang spesial. Hal itu berlatar laga berlangsung jelang malam tahun baru 2008, tepatnya 29 Desember 2007.

Tottenham bisa tidur nyenyak karena berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 6-4 atas Reading. Dimitar Berbatov menjadi bintang setelah mencetak empat gol, yakni pada menit ke-7, 62', 72', dan 83'. Kemudian, Steed Malbranque (75') dan Jermain Defeoe (78').

Reading sempat memberi harapan ketika Kalifa Cisse mencetak gol pada menit ke-16. Lalu gol sundulan Ivar Ingimarsson yang sempat membawa Reading unggul, dan dua gol luar biasa Dave Kitson di menit 69' dan 74'.

Portsmouth 7 - 4 Reading (2007/2008)

Pertandingan antara Portsmouth kontra Reading menjadi satu di antara pertandingan dengan skor tertinggi dalam sejarah Liga Inggris. Portsmouth berhasil menggilas Reading dengan skor 7-4 pada 2007/2008.

Benjani membuat Portsmouth unggul 2-0 dalam 40 menit. Kemudian, pemain Reading, Stevent Hunt membalas sebelum turun minum. Pada babak kedua, kiper Portsmouth, David James membuat kesalahan yang berujung kebobolan.

Portsmouth bermain ngotot demi mengejar skor. Alhasil, Hermann Hreidarsson menjadikan skor 3-2 melalui golnya di menit ke-55. Lalu, Benjani menambahkan gol pada menit ke-70, sekaligus menjadi gol ketiganya.

Berselang lima menit, Niko Kranjcar menambah keunggulan. Gol Shane Long (79') hampir membuat Reading bangkit, sampai Ivar Ingimarsson memasukan bola ke gawangnya sendiri dua menit kemudian, Portsmouth unggul 6-3 atas Reading.

Sulley Muntari menambahkan gol ketujuh dari titik putih di tambahan waktu untuk Portsmouth. Pertandingan ditutup dengan gol bunuh diri pemain bertahan Portsmouth, Sol Campbell (94'). (Fabio Nainggolan)

Sumber: Premier League

Video Manchester United