Ada yang Lebih Berbahaya dari Isu Hoax BPA

·Bacaan 1 menit

VIVA – Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM diminta bersikap tegas, terhadap orang-orang yang telah menyebarkan isu yang tidak benar terkait galon guna ulang yang mengandung Bisphenol A dan dianggap berbahaya.

BPOM disebutkan harus berani melaporkan mereka ke aparat berwajib, karena sudah membuat resah masyarakat dan pengusaha kecil air minum isi ulang yang bertahun-tahun menggunakan galon berbahan polikarbonat.

Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi di Bidang Pengawasan dan Perlindungan terhadap Para Pengusaha Depot Air Minum, Erik Garnadi.

“Jangan sampai masyarakat yang jadi korban karena isu hoaks seperti itu. BPOM harus melaporkannya kepada pihak berwajib. Karena ada kewenangan yang khusus untuk melaporkan mereka,” ujarnya melalui keterangan resmi.

Dia mengatakan, galon guna ulang berbahan polikarbonat sudah digunakan sejak puluhan tahun lalu dan belum ada laporan tentang bahayanya. BPOM juga sudah melakukan uji klinis terhadap galon itu dan dinyatakan lulus uji.

“Tapi kenapa sekarang ini tiba-tiba galon berbahan BPA ini dipermasalahkan?” tuturnya.

Ia menyatakan, seharusnya yang lebih disoroti para penyebar hoaks guna ulang itu adalah soal kualitas air minum isi ulang yang ada di depot-depot yang tidak memiliki legalitas atau layak air minum.

Menurutnya, data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan baru 10 persen saja dari depot-depot air minum isi ulang yang ada di Indonesia ini yang memiliki legalitas.

“Ini jauh lebih penting isunya ketimbang galon guna ulang, yang sudah benar-benar ada uji klinisnya dari BPOM,” ungkapnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel