Ada yang Menghilang dari Luar Angkasa

Yunisa Herawati, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Para ilmuwan telah memata-matai dunia asing yang kehilangan atmosfernya, menurut analisis pengamatan teleskop luar angkasa Hubble NASA yang dikumpulkan pada 2017 dari sebuah planet GJ 1132 b.

Planet itu mengorbit erat sebuah bintang katai merah yang terletak 41 tahun cahaya dari Bumi. Tapi pengamatan baru menemukan GJ 1132 b kembali menumbuhkan atmosfer sekunder.

Penulis studi, Raissa Estrela percaya bahwa itu adalah atmosfer yang telah beregenerasi, dikutip dari situs Space, Minggu 14 Maret 2021.

"Kami awalnya mengira planet yang sangat teradiasi ini bisa sangat membosankan karena kami yakin mereka kehilangan atmosfernya. Tapi kemudian kami melihat ada atmosfer di sana berdasarkan pengamatan Hubble," katanya.

Planet Mars pernah memiliki atmosfer yang tebal, tetapi sebagian besar menghilang setelah planet kehilangan medan magnet globalnya sekitar 4 miliar tahun yang lalu.

Hal serupa juga dapat terjadi dengan exoplanet. Para ilmuwan menemukan perubahan yang dramatis, dimana itu dengan cepat mengubah planet. Kehilangan atmosfer membuat ukuran planet tersebut seukuran dengan Bumi.

Para peneliti berpikir bahwa GJ 1132 b mengambil satu langkah lebih jauh. Setelah kehilangan atmosfer dasarnya yang kaya akan hidrogen dan helium, ia menjadi dunia yang kosong.

Saat ini atmosfer yang menyelimutinya membungkus campuran hidrogen, hidrogen sianida, metana, dan kabut kaya aerosol yang menyerupai kabut asap Bumi.

Untuk memahami apa yang terjadi dalam sistem, para ilmuwan mengamati hubungan antara GJ 1132 b dengan bintangnya, dimana planet menghadap ke arahnya setiap saat, meniru bagaimana bulan mengorbit Bumi.

Para peneliti juga menduga bahwa bintang induk menarik kuat planet GJ 1132 b untuk memanaskan planet secara dramatis. Hasilnya, exoplanet tersebut menjadi dunia yang aktif secara vulkanik.