Ada yang Untung Rp 556 Triliun, Ini 5 Konglomerat yang Hoki di Tahun Lalu

Aulia Akbar

Sebelumnya, kita sudah membahas soal siapa saja orang terkaya di dunia yang bocuan atau mengalami kerugian di tahun 2019. Sekarang kita akan bahas siapa yang tambah kaya alias paling cuan.

Sayangnya, orang terkaya nomor satu yaitu Jeff Bezos sudah masuk ke daftar miliuner yang paling kehilangan uang di tahun 2019. Namun Bezos tetap masih jadi yang terkaya di antara yang lain. 

Ingin tahu siapa saja miliuner yang makin berduit di tahun 2019 versi Forbes? Yuk cari tahu di bawah sini.

1. Mukesh Ambani – cuan Rp 223 triliun

Mukesh Ambani. (iphoncow.com)

Pria asal India ini merupakan orang terkaya di dunia ke 13, sekaligus menjadi orang terkaya pula di Negeri Bollywood. Dengan total cuan di tahun 2019 yang sebesar US$ 16,1 miliar atau Rp 223 triliun, kekayaan Ambani naik hingga US$ 61,4 miliar atau Rp 851 triliun.

Wajar saja, taipan ini menguasai banyak usaha di berbagai sektor. Antara lain adalah migas, telekomunikasi, hingga retail.

Reliance Industry yang didirikan oleh ayahnya, telah sepakat menjual 20 persen dari sahamnya di bidang migas ke Aramco di bulan Agustus 2019. Hal itu ditujukan untuk membantu Keluarga Ambani membayar utang, dipastikan Maret 2020 ini dia bisa bebas utang lho. Hebat deh.

2. Steve Ballmer – cuan Rp 226 triliun

Steve Ballmer

Mantan CEO Microsoft ini, sekarang adalah orang terkaya di dunia urutan ke 19. Dia adalah seorang yang sangat berjasa dalam membantu pertumbuhan Microsoft dari tahun 2000 hingga 2014. 

Microsoft pun masih sangat mengapresiasi pria dengan kekayaan US$ 41,2 miliar atau Rp 571 triliun ini, dan mengumumkan akan meningkatkan nilai dividen ke para pemegang sahamnya serta melakukan buyback saham senilai Rp 500 triliunan, oleh karena itu Ballmer langsung ketimpa cuan.

3. Amancio Ortega – cuan Rp 239 triliun

Amancio Ortega. (Wikimedia Commons)

Astaga, cuannya pendiri Zara (Inditex) ini luar biasa fantastis. Kekayaan Ortega pun langsung naik jadi Rp 1.038 triliun akibat cuannya. 

Usai tahun 2018, saham Inditex memang melonjak secara fantastis, yaitu 34 persen! Tepat pada November 2019, mereka pun mengumumkan bahwa mereka telah memotong biaya operasional dan melebarkan sayap ke Afrika Selatan, Colombia, Filipina, dan Ukraina. 

Asal kamu tahu, Ortega memegang 60 persen saham perusahaan yang dirikan ini lho. Inditex sendiri gak cuma punya Zara, dia juga punya brand lain seperti Massimo Dutti, Pull & Bear, dan Bershka. 

4. Mark Zuckerberg – cuan Rp 306 triliun

Mark Zuckerberg (Shutterstock).

Di tahun 2019, Facebook meluncurkan beberapa fitur baru seperti Facebook Dating dan Facebook News. Namun bersamaan dengan itu, tahun 2020 juga menjadi tahun politik di Amerika Serikat, lantaran Pilpres akan segera digelar.

Zuck sendiri berhasil menerima keuntungan yang cukup fantastis usai saham Facebook bullish hingga 48 persen tahun lalu. Saat ini, total kekayaan Zuck sendiri mencapai US$ 72 miliar atau Rp 998 triliun.

5. Bernard Arnault – cuan Rp 556 triliun

Bernard Arnault. (Wikimedia Commons)

Ini dia orang terkaya di dunia yang jadi raja cuan di tahun 2019. Dia berhasil menyalip Warren Buffet yang duduk di posisi ketiga, serta dan Bill Gates di posisi kedua! 

Namun gak lama kemudian, kedudukan Bos Louis Vuitton ini kembali tersalip oleh Bill Gates dan Buffet. Sekarang, Arnault duduk di posisi ke empat dengan total kekayaan US$ 107,7 miliar atau Rp 1.493 triliun.

Gak dipungkiri bahwa, kesuksesan dari penjualan brand-brand yang berada di bawah Louis Vuitton Moet Hennessy (LVMH) ini memang luar biasa. Saham LVMH bisa terkerek 54 persen di tahun 2019!

Di bulan November 2019, LVMH sendiri telah menyepakati pembelian saham Tiffany & Co, sebuah perusahaan retail berlian yang sudah berusia 182 tahun. 

Itulah lima orang terkaya sejagat yang makin kaya di tahun 2019. Kalau diperhatikan sumber kekayaan mereka tentu berasal dari lonjakan harga saham di perusahaannya.

Tentu saja, ini jadi pelajaran penting buat kita bahwa investasi saham itu bagus, selama perusahaan yang kita beli juga punya prospek yang baik. Namun tentu saja untuk dapat cuan sebesar itu ya harus sabar, karena kenaikan harga saham juga bakal dipengaruhi oleh laporan keuangan yang muncul setiap kuartal. (Editor: Winda Destiana Putri).