Adaptasi di Tengah Pandemi, KAI Optimalkan Aset Ini Jaga Kinerja

·Bacaan 3 menit

VIVA – Dampak COVID-19 mulai dirasakan oleh sejumlah perusahaan di Indonesia, termasuk oleh BUMN transportasi PT Kereta Api Indonesia (KAI). Bahkan, KAI terus mengoptimalkan pengusahaan aset melalui bisnis komersialisasi non angkutan, selain bisnis angkutan penumpang dan barang.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan komersialisasi non angkutan terus kami optimalkan sebagai bentuk adaptasi KAI di tengah pandemi COVID-19.

"Kami menyadari aset KAI yang tersebar di Jawa dan Sumatera dapat lebih bernilai guna sehingga penting untuk diberdayakan,” kata Jono dalam pernyataannya, Rabu 23 Juni 2021.

Joni mengatakan upaya tersebut dilakukan KAI untuk meningkatkan kinerja perusahaan melalui banyaknya aset potensial yang dimiliki. Seperti, kerja sama pemanfaatan aset stasiun, sarana, ROW (right of way), Non ROW, maupun museum.

Untuk kerja sama pemanfaatan aset di stasiun, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai titik stasiun seperti ruangan, bangunan, gedung, gudang, dan tanah untuk lokasi promosi, minimarket, gudang, cafe, ATM, dan sebagainya.

Untuk kerja sama pemanfaatan aset berupa sarana, KAI menyediakan kereta makan, kereta wisata, entertainment on board, mesin perawatan jalan rel dan prasarana penunjang, serta Jasa Balai Yasa/Dipo.

Sementara itu untuk pemanfaatan ROW atau aset KAI yang berada di sepanjang jalur kereta api aktif, KAI bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan aset tersebut seperti untuk penanaman fiber optik, pipa air, pipa gas, dan pipa minyak.

Sedangkan untuk non ROW atau aset KAI yang berada di luar wilayah stasiun dan ROW, aset-aset KAI dapat dimanfaatkan sebagai kantor, rumah makan, parkir, dan sebagainya.

Selain itu, aset KAI lainnya yang dapat dikerjasamakan pemanfaatannya berupa museum, bangunan bersejarah, wifi (advertising slot), kegiatan shooting/pemotretan, event/activation, serta naming rights stasiun untuk memberikan kesempatan kepada mitra yang ingin mem-branding stasiun yang KAI kelola dengan brand atau produknya.

"Hampir seluruh aset KAI dapat dimanfaatkan masyarakat dengan skema kerja sama. Pada prinsipnya pemanfaatan aset dapat dilakukan sepanjang tidak mengganggu operasional kereta api dan tidak mengubah status kepemilikan pada aset yang dimanfaatkan," ujar Joni.

Inovasi juga terus dilakukan KAI di sektor Komersialisasi Non Angkutan. Di kawasan stasiun, KAI melakukan digitalisasi baik media informasi maupun iklan.

KAI juga merapikan para tenant di stasiun untuk meningkatkan nilai stasiun termasuk ruang untuk UMKM.

“KAI juga telah mengoptimalkan pendapatan dari aplikasi KAI Access berupa iklan dan layanan last mile dengan Taksi Bluebird serta secara berkelanjutan tengah dilakukan pengembangan layanan first mile dengan Taksi Bluebird, top up E-money Mandiri, dan sebagainya,” kata Joni.

Pada masa pandemi ini, KAI melakukan upaya-upaya untuk membantu meringankan beban mitra-mitra akibat berkurangnya aktivitas stasiun dibanding sebelum pandemi sebagai strategi customer retention terhadap mitra-mitra kerja sama tersebut.

Selain itu, KAI juga menjalin kerja sama dengan penyedia layanan Rapid Test Antibodi, Rapid Test Antigen, dan pemeriksaan GeNose C19 untuk melayani pelanggan di berbagai stasiun.

Joni menambahkan pendapatan KAI di sektor Komersialisasi Non Angkutan menunjukkan tren positif. Pada 2019, pendapatan KAI di sektor tersebut Rp719,1 miliar, naik 19 persen dibanding pada 2018 yang sebesar Rp606,3 miliar. Pada 2020 menjadi Rp625,9 miliar dikarenakan pandemi COVID-19.

Ke depan, KAI akan berinovasi dengan menggunakan skema kerja sama pengelolaan aset berupa profit/revenue sharing. Model bisnis tersebut menjadi alternatif selain persewaan.

KAI juga akan mengembangkan Komersialisasi Non Angkutan berbasis teknologi informasi sehingga akan mempermudah mitra dalam bekerja sama dengan KAI. (Ant)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel