Adanya Penyebaran Virus COVID-19 Siswa Harus Belajar di Rumah

·Bacaan 2 menit

VIVA – Di seluruh negara digemparkan dengan adanya virus corona (Covid-19). Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan pemerintah pada tanggal 18 Maret 2020 segala aktivitas di dalam maupun di luar ruangan disemua sektor sementara waktu ditunda demi mengurangi rantai penyebaran virus corona, terutama dalam bidang pendidikan.

Menteri Pendidikan & Kebudayaan Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid, dimana dalam surat itu menyatakan bahwa proses belajar mengajar dilaksanakan dirumah melalui pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh (online).

Dengan adanya peraturan belajar dari rumah, guru dituntut untuk merombak kembali rencana pembelajaran dengan metode daring, metode pembelajaran juga harus efektif sehingga proses pengajaran berjalan efektif dan ilm dapat tersampaikan.

Tentu saja pembelajaran secara daring ini dapat menimbulkan dampak positif dan negatif bagi murid terhadap pendidikan di Indonesia.

Dampak Negatif

1. Kurangnya Pemahaman Murid Terhadap Penggunakan Teknologi

Dengan pembelajaran jarak jauh atau daring, sekolah menyarankan untuk belajar dengan menggunakan handphone. Adanya aplikasi pendukung untuk belajar seperti Whatsapp, Google Classroom, dan Google Meet membuat siswa dapat belajar dengan efektif. Namun, disisi lain, banyak siswa yang menyalahgunakan pembelajaran daring ini seperti, beralih memainkan game dan sosial media. Sehingga mengakibatkan siswa menjadi malas mengerjakan dan menumpulkan tugas .

2. Tidak Semua Siswa Mempunyai Handphone Untuk Melakukan Belajar Online

15 % murid SMP N 2 Sepatan, Kab. Tangerang, Provinsi Banten ada beberapa yang tidak memiliki handphone. Begitu juga dengan murid SD N Kedaung Wetan 2 di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, 50% murid yang tidak mempunyai handphone. Oleh karena itu, bisa menghambat pembelajaran. Padahal dimasa pandemi seperti ini handphone adalah alat untuk belajar jarak jauh.

3. Koneksi Jaringan Internet

Survei via Google Form, sejak 25 Juni – 1 Juli 2020, diketahui tidak lancarnya jaringan internet jadi kendala utama penyelenggaraan pendidikan menengah di tengah pandemi. “Lebih dari 50 % mengeluhkan tentang jaringan ini terutama dari Kulonprogi dan Gunung Kidul” ujar Dosen Manajemen Kebijakan Publik Fisipol Universitas Gadjah Mada tersebut.

4. Tidak Semua Murid Dapat Belajar Efektif

Dimasa belajar jarak jauh saat ini, banyak murid yang mengeluh karena tidak mengerti saat guru menjelaskan. Sehingga mengakibatkan murid malas mendengar saat guru menjelaskan. Bahkan ada yang tertidur saat guru menjelaskan via Google Meet.

Dampak Positif

1. Banyaknya Muncul Kursus Online dan Aplikasi Pembelajaran Online

Banyaknya kursus online yang membantu murid belajar menjadi lebih efektif. Seperti Ruang Guru, Zenius, Quipper dll. Aplikasi pendukung pembelajaran online juga dapat dikembangkan dengan berbagai macam fitur-fitur yang dapat membantu pembelajaran online, seperti Zoom Meeting, Google Meet, dan lain sebagainya.

2. Internet Menjadi Sumber Informasi Bagi Siswa

Berbeda halnya saat tatap muka, murid lebih terpacu pada buku untuk menjadikan sumber utama saat belajar. Namun, saat belajar jarak jauh ini, murid dapat gunakan internet untuk mendapatkan informasi tentang pelajaran yang diajar oleh guru.

Seperti halnya mengakses buku digital. Namun, harus tetap didampingi oleh orang tua agar siswa tidak salah mendapatkan informasi dan terhindar dari hoax.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel