ADB sediakan 200 juta dolar untuk pasokan medis, perangi COVID-19

Risbiani Fardaniah

Bank Pembangunan Asia (ADB) mengatakan pada Kamis bahwa pihaknya akan menyediakan 200 juta dolar AS melalui Program Pembiayaan Rantai Pasokan bagi perusahaan-perusahaan yang memproduksi dan mendistribusikan pasokan medis untuk memerangi Virus Corona baru atau COVID-19.

Pengumuman itu dikeluarkan di tengah laporan bahwa perusahaan-perusahaan yang memproduksi dan mendistribusikan produk, termasuk obat-obatan dan peralatan perlindungan pribadi, semakin tegang ketika produksi dan distribusi meningkat untuk mengatasi COVID-19.

Bank yang berbasis di Manila mengatakan dukungan dari ADB, yang bekerja dalam kemitraan dengan bank-bank komersial, akan memberi perusahaan-perusahaan tersebut di Asia dan Pasifik tambahan modal kerja untuk memenuhi ekspansi dan persyaratan lainnya.

"Dukungan itu akan menargetkan perusahaan-perusahaan dalam rantai pasokan yang sangat penting untuk memerangi virus," kata Kepala Perdagangan dan Rantai Pasokan Keuangan ADB Steven Beck seperti dikutip Xinhua.

"Kami ingin mendukung perusahaan yang ingin meningkatkan produksi dan karenanya perlu melibatkan pemasok," kata Beck.

Baca juga: Negara bagian Washington larang acara publik demi cegah COVID-19

Mengingat bahwa satu kumpulan dana rantai pasokan biasanya digunakan untuk pengiriman berikutnya selama 120-180 hari, ADB mengatakan fasilitas pembiayaan 200 juta dolar AS dolar dapat mendukung lebih dari 400 juta dolar AS selama 12 bulan ke depan.

Pembagian risiko fifty-fifty dari bank komersial mitra dapat meningkatkan dukungan di bawah fasilitas menjadi 800 juta dolar AS selama periode yang sama, ADB menambahkan.

Menurut ADB, dana tersebut akan tersedia melalui Program Keuangan Rantai Pasokan mereka dan diberikan kepada perusahaan-perusahaan tertentu dalam beberapa minggu.

ADB mengatakan bahwa pihaknya secara ketat memantau dampak COVID-19 pada pembiayaan perdagangan dan secara teratur melakukan kontak dengan bank-bank klien untuk menilai apakah diperlukan dukungan tambahan.

Respons ADB terhadap COVID-19 hingga saat ini mencakup dua juta dolar AS yang diumumkan pada 7 Februari untuk meningkatkan deteksi, pencegahan, dan tanggapan di China dan Subregion Mekong Besar; dua juta dolar lainnya diumumkan pada 26 Februari untuk mendukung respons di semua anggota yang sedang berkembang.

Baca juga: Akibat corona, PDB negara berkembang Asia berkurang 0,2 persen