Ade Armando Bersaksi di Sidang Kasus Pengeroyokan: Keadilan Harus Bisa Ditegakkan

Merdeka.com - Merdeka.com - Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando bersaksi di sidang kasus pengeroyokan dialaminya saat ikut demonstrasi mahasiswa pada Senin (11/4) lalu. Sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (27/7).

Ade Armando tiba di pengadilan dengan dikawal polisi pada pukul 12.29 WIB. Ade Armando mengatakan, tak ada persiapan khusus menghadiri sidang.

"Saya hanya sekedar jadi saksi terhadap kasus pengeroyokan," ujar Ade Armando.

Selain tak memiliki persiapan khusus, Ade Armando mengaku kondisinya saat ini cukup baik kendati beberapa waktu lalu sempat terkena Covid-19. Pihak rumah sakit bahkan menurut Ade Armando, juga menyatakan tak ada yang perlu dirisaukan dari bekas pengeroyokan dialaminya.

"Alhamdulillah baru selesai Covid, udah sehat sekarang," kata dia

Serukan Keadilan

Dia mengaku bakal menyerukan keadilan sekaligus meluruskan bahwa pengeroyokan terhadapnya tidak dibenarkan. Hukum harus ditegakkan.

"Keadilan harus bisa ditegakkan ya. Siapa yang bersalah harus mendapat hukuman yang setimpal dengan apa yang sudah dilakukan. Ini bukan karena saya dendam," kata Ade Armando.

Polisi sebelumnya menetapkan enam tersangka kasus pengeroyokan terhadap Ade Armando. Enam tersangka itu adalah I Komar Bin Rajum, Al Fikri Hidayatullah, Marcos Iswan, Abdul Latip, Dhia Ul Haq, dan Muhammad Bagja.

Mereka diduga menganiaya Ade Armando sehingga mengakibatkan luka-luka. Adapun Marcoss dan kawan-kawan datang ke depan gedung DPR mengikuti aksi mahasiswa menolak kenaikan BBM serta menolak masa jabatan presiden tiga periode pada Senin (11/4). [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel