Adegan Terberat Alex Abbad di Film Berandal  

TEMPO.CO, Jakarta - Ibaratnya, berada di dalam oven, tapi harus merasa seperti di dalam kulkas. Itulah salah satu akting yang dilakukan aktor Alex Abbad di film lanjutan "The Raid", berjudul "Berandal".

Dengan model baju kerah tinggi yang menutupi leher, dia berakting seolah kedinginan di tengah panasnya Kota Cirebon, Jawa Barat. "Siang bolong, dan suruh akting kedinginan, silakan bayangin," ujarnya tertawa, Jumat, 29 Maret 2012.

Memang, Alex berhasil memberi kesan dingin itu, meski panas terik di sebuah kebun tebu di Cirebon memeras keringatnya. Dirinya masih ingat rasa panas "pol" yang ia rasakan dua pekan lalu itu, ia merasa seperti di ruangan sauna. "Pakai baju tertutup dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore di kebun tebu, cakep!" ujar pria berusia 34 tahun ini.

Menurut bekas VJ MTV Indonesia ini, adegan tersebut adalah yang paling sulit sepanjang kariernya. Tapi dia belum mau menceritakan adegan apa yang dia lakukan di kebun tebu itu, karena syuting masih berlangsung.

Yang pasti, ia senang bisa terlibat di film yang akan diputar di Negeri Abang Sam itu. Di film tersebut, dirinya berperan sebagai bos penjahat berbadan sintal. Sebab itu, Merantau Film, selaku rumah produksi film Berandal, memintanya untuk menaikkan berat badan hingga 12 kilogram, dari berat badan awal 63 kilogram.

Alex kini sudah berhasil mencapai 72 kilogram, masih kurang 3 kilogram lagi. Di luar syuting, tidak ada lagi cerita Alex yang identik dengan gaya celana melorot di bawah pinggul yang slengean. "Ah tinggalkan itu dulu, sekarang gue makan empat kali sehari coi," ujarnya, tertawa terbahak.

HERU TRIYONO

Berita Lain:

Penjualan Tiket Orkestra Palestina Seret

Penjualan Tiket Palestine Orchestra Masih Seret

Modern Jazz pada Temaram Rembulan

Ikke Nurnajah Tidak Tertarik Pakai Guru Spiritual

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.