Adhi Commuter Properti Anggarkan Dana Akuisisi Lahan Rp 574 Miliar

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Anak perusahaan PT Adhi Karya Tbk (ADHI), yaitu PT Adhi Commuter Properti (ADCP) menganggarkan dana untuk akuisisi lahan sebesar Rp 574 miliar.

Dana tersebut akan diupayakan dari penawaran saham Perdana ADCP. Rencananya, ADCP menawarkan maksimal sebayak 8,01 miliar saham dengan kisaran harga Rp 130-Rp 200 per saham. Sehingga Adhi Commuter Properti berpotensi meraup dana segar sekitar Rp 1,04 triliun hingga Rp 1,6 triliun.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & Human Capital Adhi Commuter Properti Mochamad Yusuf mengatakan, perseroan akan menambah portofolionya dengan akuisisi lahan yang strategis untuk pengembangan bisnisnya.

Oleh karena itu sekitar 35 persen dari dana perolehan IPO akan dialokasikan untuk akuisisi lahan juga pengembangan lahan baru.

Dalam prospektus perseroan disampaikan, lahan yang akan diakuisisi tersebut meliputi

- Akuisisi lahan seluas 12 hektar (ha) milik individu-individu dan/atau badan hukum yang berlokasi di

Pakansari, Bogor senilai Rp 53 miliar. Rencananya lahan tersebut digunakan untuk pengembangan proyek perumahan tapak dan komersial area.

- Akuisisi lahan baru yang berupa tanah seluas 3,6 Ha milik PT Prakarsa Triotama Jaya (PT PTJ) yang berlokasi di Cikunir,

Bekasi, senilai Rp 271 miliar. Rencananya tanah tersebut akan digunakan untuk pengembangan proyek Mixed Use Development (Apartemen dan Komersial).

- Akuisisi lahan baru yang berupa tanah seluas 4.500 m2 milik APP yang berlokasi di Cikunir, Bekasi senilai Rp 34,78 miliar. Rencananya tanah tersebut akan digunakan untuk pengembangan proyek Mixed Use Development (Apartemen dan Komersial).

Dana untuk akuisisi lahan tersebut di atas belum termasuk pengembangan lahan baru di tanah seluas 5 Ha milik PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) (PT RNI) yang berlokasi di Pancoran, Jakarta Selatan.

Rencananya tanah tersebut akan digunakan untuk pengembangan

proyek Mixed Use Development (Apartement, Komersial dan Perkantoran). Perkiraan biaya yang dibutuhkan tersebut untuk mengembangkan proyek Mixed Use Development tersebut adalah sekitar Rp 250 miliar.

Untuk pelaksanaan transaksi dengan RNI tersebut akan mengacu kepada dokumen kesepakatan yang telah ditandatangani.

Metode penentuan transaksi berdasarkan tender yang dilakukan PT RNI terkait pendayagunaan (bukan jual beli) aset PT RNI dengan skema kerja sama di mana Perseroan ditunjuk sebagai pemenang berdasarkan berita acara kesepakatan No 05/BA/Tim-PMKS/VII/2021, 30 Juli 2021.

Perseroan dan PT RNI mengadakan suatu perjanjian kerjasama dengan konsep Build Operate Transfer (BOT), dan dalam pelaksanaan kerjasama tersebut Perseroan akan mendapatkan hak pemanfaatan Tanah selama 50 Tahun dan akan di terbitkan Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama Perseroan di atas Hak Pengelolaan (HPL) atas nama PT RNI, sehingga atas hak pemanfaatan tersebut Perseroan akan membayar kompensasi lahan kepada PT RNI sesuai dengan jumlah yang telah disepakati.

Selain untuk dana akuisisi lahan/pengembangan lahan baru, sekitar 45 persen untuk pengembangan proyek eksisting dan proyek recurring, dan sekitar 20 persen untuk pembayaran kembali sebagian pokok obligasi seri A.

p>* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Jadwal Sementara IPO

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG menguat 0,34 persen atau 21 poin ke level 6.296 pada penutupan perdagangan Senin (13/1) sore ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG menguat 0,34 persen atau 21 poin ke level 6.296 pada penutupan perdagangan Senin (13/1) sore ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Berikut adalah jadwal sementara untuk penawaran umum Perdana saham ADCP:

- Masa penawaran awal: 12 November 2021-25 November 2021

- Estimasi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 November 2021

- Estimasi masa penawaran umum pada 2 Desember 2021-8 Desember 2021

- Estimasi tanggal penjatahan pada: 8 Desember 2021

- Estimasi tanggal distribusi secara elektronik pada 9 Desember 2021

- Jika semua sesuai jadwal, estimasi pencatatan saham ADCP di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Desember 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel